Belakangan ini, saya melihat video mantan gubernur Jawa Barat terlihat sedang berdebat dengan petugas bandara. Perdebatan tersebut diakibatkan karena adanya keterlambatan penerbangan. Menurut berita yang beredar, pesawat delay 10 jam, kemudian pihak maskapai sudah menjadwalkan keberangkatan setelah delay 10 jam. Akan tetapi, kemudian jadwal keberangkatan itu kembali dibatalkan hingga akhirnya di-cancel.
Pertanyaan saya, apa kompensasi yang didapatkan penumpang jika penerbangan terlambat/delay?
Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran kedua dari artikel dengan judul Ketentuan Ganti Kerugian bagi Penumpang Jika Penerbangan Terlambatyang dibuat oleh Diana Kusumasari, S.H., M.H., dandipublikasikan pertama kali pada 12 September 2011, lalu dimutakhirkan pertama kali oleh Tri Jata Ayu Pramesti, S.H., pada 05 November 2015.
Belajar Hukum Secara Online dari Pengajar Berkompeten Dengan Biaya Terjangkau
Mulai DariRp. 149.000
Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.
Kategori dan Faktor Keterlambatan Penerbangan
Menjawab pertanyaan Anda tentang penerbangan, kami akan merujuk pada UU Penerbangan sebagaimana telah diubah oleh Perppu Cipta Kerja, serta aturan pelaksanaannya.
Pertama-tama, apa yang dimaksud dengan pesawat delay? Merujuk pada Pasal 1 angka 30 UU Penerbangan, arti delayatau keterlambatan adalah terjadinya perbedaan waktu antara waktu keberangkatan atau kedatangan yang dijadwalkan dengan realisasi waktu keberangkatan atau kedatangan. Dari penjelasan tersebut, dapat kami simpulkan bahwa pesawat delay adalah kondisi ketika keberangkatan atau kedatangan pesawat tertunda dari jadwal yang telah ditentukan.
Lebih lanjut, pada Pasal 2 Permenhub 89/2015dijelaskan bahwa keterlambatan penerbangan pada badan usaha angkutan udara niaga berjadwal terdiri dari:
keterlambatan penerbangan (flight delayed);
tidak terangkutnya penumpang dengan alasan kapasitas pesawat udara (denied boarding passenger); dan
pembatalan penerbangan (cancelation of flight).
Berapa lama delay pesawat? Keterlambatan penerbangan sendiri dikelompokkan dalam 6 kategori, antara lain:[1]
Kenapa pesawat delay lama? Adapun faktor atau penyebab pesawat delay dapat dibagi menjadi 4 faktor, yaitu:[2]
Faktor manajemen airline, adalah faktor yang disebabkan oleh maskapai, meliputi:[3]
keterlambatan pilot, co-pilot, dan awak kabin;
keterlambatan jasa boga (catering);
keterlambatan penanganan di darat;
menunggu penumpang, baik yang baru melapor (check in), pindah pesawat (transfer) atau penerbangan lanjutan (connecting flight); dan
ketidaksiapan pesawat udara.
Faktor teknis operasional, adalah faktor yang disebabkan oleh kondisi bandar udara pada saat keberangkatan atau kedatangan, meliputi:[4]
bandar udara untuk keberangkatan dan tujuan tidak dapat digunakan operasional pesawat udara;
lingkungan menuju bandar udara atau landasan terganggu fungsinya misalnya retak, banjir, atau kebakaran;
terjadinya antrian pesawat udara lepas landas (take off), mendarat (landing), atau alokasi waktu keberangkatan (departure slot time) di bandar udara; atau
kecepatan angin yang melampaui standar maksimal yang mengganggu keselamatan penerbangan.
Faktor lain-lain, adalah faktor yang disebabkan diluar faktor manajemen airline, teknis operasional dan cuaca, antara lain kerusuhan dan/atau demonstrasi di wilayah bandar udara.[6]
Lantas, kompensasi apa yang didapat penumpang jika terdapat keterlambatan pesawat?
Kompensasi Pesawat Delay
Permenhub 89/2015 mengatur bahwa badan usaha angkutan udara bertanggungjawab atas keterlambatan, jika penyebab pesawat delay tersebut karena faktor manajemen airline.[7] Sedangkan, jika penyebab pesawat delay karena faktor teknis operasional, cuaca, atau faktor lain-lain, maka badan usaha angkutan udara dibebaskan dari tanggung jawab atas ganti kerugian akibat keterlambatan penerbangan.[8]
Sebagai informasi, Pasal 146 UU Penerbangan juga mengatur hal serupa, sebagai berikut:
Pengangkut bertanggung jawab atas kerugian yang diderita karena keterlambatan pada angkutan penumpang, bagasi, atau kargo, kecuali apabila pengangkut dapat membuktikan bahwa keterlambatan tersebut disebabkan oleh faktor cuaca dan teknis operasional.
Adapun kompensasi pesawat delay yang wajib diberikan badan usaha angkutan udara kepada penumpang, berdasarkan kategori keterlambatan adalah sebagai berikut:[9]
keterlambatan kategori 1, kompensasi berupa minuman ringan;
keterlambatan kategori 2, kompensasi berupa minuman dan makanan ringan (snack box);
keterlambatan kategori 3, kompensasi berupa minuman dan makanan berat (heavy meal);
keterlambatan kategori 4, kompensasi berupa minuman, makanan ringan (snack box), makanan berat (heavy meal);
keterlambatan kategori 5, kompensasi berupa ganti rugi Rp300 ribu;
keterlambatan kategori 6, badan usaha angkutan udara wajib mengalihkan ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan seluruh biaya tiket (refund ticket); dan
keterlambatan pada kategori 2 sampai dengan 5, penumpang dapat dialihkan ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan seluruh biaya tiket (refund ticket).
Pemberian kompensasi sebagaimana dimaksud di atas, harus dilakukan secara aktif oleh petugas setingkat general manager, station manager, staf lainnya atau pihak yang ditunjuk yang bertindak untuk dan atas nama badan usaha angkutan udara niaga berjadwal.[10]
Menjawab pertanyaan Anda, jika pesawat delay selama 10 jam (lebih dari 240 menit) dan delay disebabkan karena faktor manajemen airline, maka badan usaha angkutan udara wajib memberikan kompensasi berupa ganti rugi Rp300 ribu. Sedangkan jika penerbangan dibatalkan karena faktor manajemen airline, badan usaha angkutan udara wajib memberikan kompensasi berupa pengalihan ke penerbangan berikutnya, atau pengembalian seluruh biaya tiket.
Perkaya riset hukum Anda dengan analisis hukum terbaru dwibahasa, serta koleksi terjemahan peraturan yang terintegrasi dalam Hukumonline Pro, pelajari lebih lanjut di sini.