Devi Meyliana Savitri Bergabung sebagai Partner baru S&P Law Office
Terbaru

Devi Meyliana Savitri Bergabung sebagai Partner baru S&P Law Office

Devi diharapkan dapat memimpin inisiatif S&P Law Office dalam mengembangkan kerangka kerja kepatuhan yang lebih adaptif, terutama bagi klien-klien yang bergerak di sektor-sektor yang sangat teregulasi seperti teknologi finansial, energi terbarukan, dan industri manufaktur.

Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 4 Menit
Partner Baru S&P Law Office, Devi Meyliana Savitri K. Foto: istimewa.
Partner Baru S&P Law Office, Devi Meyliana Savitri K. Foto: istimewa.

S&P Law Office secara resmi mengumumkan bergabungnya Devi Meyliana Savitri K., S.H., M.H. sebagai partner. Dengan bergabungnya Devi, S&P Law Office telah memulai langkah strategis dalam ekspansi, sekaligus memperkuat layanan konsultasi, litigasi dan nonlitigasi korporasi, khususnya di bidang corporate, kepatuhan hukum, dan audit hukum.

 

Selama lebih dari 10 tahun, Devi hadir dengan pengalaman yang solid dalam hukum korporasi, merger dan akuisisi, restrukturisasi bisnis, serta kepatuhan regulasi. Namun, yang paling menonjol dalam bergabungnya Devi, adalah kepemilikan sertifikasi Certified Legal Auditor (CLA). Dengan keahliannya, Devi dinilai siap memainkan peran sentral dalam memastikan S&P Law Office tetap berada di garis depan menyediakan solusi hukum yang cerdas, strategis, dan berintegritas tinggi bagi klien di Indonesia dan internasional.

 

Devi memiliki rekam jejak akademis yang cemerlang. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari universitas ternama dengan predikat cumlaude. Studi lanjutnya pun dilakukan di Universitas Indonesia (UI) dengan mengambil gelar Magister Hukum melalui jalur beasiswa prestasi. Latar belakang akademis ini dilengkapi dengan pelatihan dan pengalaman bertahun-tahun dalam menangani klien multinasional dan perusahaan besar Indonesia. Selain itu, Devi juga telah menempuh sertifikasi Pendidikan Profesi Konsultan Hukum Pasar Modal, yang memperkaya keahliannya di sektor yang sangat teregulasi.

 

Sebelum bergabung dan kini menjadi Partner di S&P Law Office, Devi telah memiliki rekam jejak yang mengesankan dalam menavigasi klien melalui isu-isu hukum yang rumit, mulai dari merger lintas batas hingga penanganan sengketa kontrak bernilai tinggi.

 

Sebagai bagian dari perjalanan kariernya yang teruji, Devi diketahui pernah berkarier di Kantor Hukum Johnson Panjaitan & Associates—sebuah kantor hukum yang dikenal menangani kasus-kasus sensitif dan berprofil tinggi. Pengalaman ini membentuk kepekaan dan ketajaman analisisnya. Secara spesifik, ia juga sempat memegang kasus Brigadir Joshua yang sangat menyita perhatian publik. Pengalaman menghadapi dinamika hukum yang kompleks dan tekanan publik dalam kasus-kasus tersebut memperkuat kapasitasnya sebagai praktisi hukum.

 

Komitmen Devi terhadap perkembangan hukum tidak hanya terlihat dari praktik profesionalnya, tetapi juga dari kontribusi akademisnya. Ia merupakan penulis dari buku Hukum Persaingan Usaha yang diterbitkan Setara Press pada 2013, serta berbagai artikel hukum di media massa. Melanjutkan kontribusi literasi hukumnya, Devi saat ini juga akan menerbitkan buku mengenai pelindungan data pribadi (PDP). Inisiatif ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemikir hukum yang responsif terhadap isu-isu kontemporer.

 

Hingga saat ini, tercatat ia pernah menerbitkan artikel hukum berjudul Realisasi Lebih Penting dari Rencana (Koran Sindo, 14 Juni 2012); Kita Mahasiswa adalah Agen Kemajuan (Koran Sindo, 10 Mei 2012); Memangkas Indikasi Liberalisasi Pendidikan (Koran Sindo, 2 April 2010); Beritakan Hal Baik untuk Rakyat (Koran Sindo, 6 April 2012); Tumbuhkan Konsumen Lebih Cerdas (23 April 2012); Urgensi Pemberantasan Terorisme (10 Mei 2012); Cybercrime dan Macam Tindakannya (24 September 2012); Jakarta Cerdas, Jakarta Bijak (31 Desember 2012); dan Krisis Kepercayaan Masyarakat terhadap Penegakan Hukum di Indonesia (10 Oktober 2013).

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info