In House Counsel Series

Melihat Peran In House Counsel di Industri E-Commerce

Selain memiliki pengetahuan dan pemahaman yang dalam terhadap hukum dan peraturan terkait pelaksanaan kegiatan usaha perusahaan e-commerce, seorang in-house counsel juga harus memiliki critical thinking dan analytical thinking yang kuat.

Oleh:
Mochammad Januar Rizki
Bacaan 3 Menit
Senior Lead Legal Tokopedia, Vinsensia Agustine Kangen dan Senior Legal Manager & Compliance Bukalapak, Debora Rosaria. Foto: RES
Senior Lead Legal Tokopedia, Vinsensia Agustine Kangen dan Senior Legal Manager & Compliance Bukalapak, Debora Rosaria. Foto: RES

Seorang in house counsel berperan sebagai penasihat hukum bagi perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha dan operasionalnya sehari-hari. Di samping itu, in house counsel juga berperan aktif untuk melindungi perusahaan dari risiko-risiko hukum yang dapat membawa kerugian bagi perusahaan dan stakeholder perusahaan termasuk juga pelanggan yang menggunakan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.

“In-house counsel juga turut serta memastikan bahwa perusahaan telah menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Senior Lead Legal Tokopedia, Vinsensia Agustine Kangen, kepada hukumonline, Rabu (16/9) lalu.

Hukumonline.com

(Senior Lead Legal Tokopedia, Vinsensia Agustine Kangen)

Lantas kompetensi apa yang harus dimiliki seorang in- house counsel di industri e-commerce? Menurut Vinsensia, selain memiliki pengetahuan dan pemahaman yang dalam terhadap hukum dan peraturan terkait pelaksanaan kegiatan usaha perusahaan e-commerce, seorang in-house counsel juga harus memiliki critical thinking dan analytical thinking yang kuat agar dapat menyelesaikan pertanyaan dan/atau permasalahan hukum terkait dengan pelaksanaan kegiatan usaha perusahaan.

“Dengan adanya dinamika usaha e-commerce yang begitu cepat, maka seorang in-house counsel juga harus gobeyond legal dan willing to wear additional hats. Artinya, kami diharapkan untuk juga memiliki pemahaman dan berpikir layaknya orang bisnis sehingga kita mengerti mengenai bisnis yang dijalankan,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Vinsensia, dengan kompetensi tersebut maka in house counsel diharapkan menjadi better risk manager dan problem solver atas setiap kendala yang dialami oleh perusahaan maupun inisiatif bisnis baru yang direncanakan untuk dikembangkan dikemudian hari. Ia juga harus agile atau memiliki kemampuan beradaptasi yang cepat terhadap perubahan-perubahan dalam alur/struktur kegiatan usaha dan inisatif bisnis baru yang akan dikembangkan oleh perusahaan e-commerce.

“Terakhir, digital mindset dalam bentuk pemanfaatan teknologi juga diperlukan untuk mempermudah pelaksanaan pekerjaan sebagai seorang in-house counsel,” tuturnya. (Baca Juga: Aspek-aspek Penting yang Harus Dipahami In House Counsel)

Senior Legal Manager & Compliance Bukalapak, Debora Rosaria, menjelaskan secara general, in house counsel berperan menjaga kelancaran operasional perusahaan berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan namun tetap mengedepankan aspek kepatuhan terhadap kebijakan dan regulasi yang berlaku.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait