Women In Law Stories

Windri Marieta: Fokus pada Profesionalitas dan Keahlian

Seorang lawyer harus memiliki visi dan misi jelas, menonjol dan punya additional value, dan perilaku yang baik.

Oleh:
Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 1 Menit
Founding Partner Harvardy, Marieta & Mauren - Attorneys at Law, Windri Marieta. Foto: RES.
Founding Partner Harvardy, Marieta & Mauren - Attorneys at Law, Windri Marieta. Foto: RES.

Pada dasarnya, baik perempuan maupun laki-laki, seorang konsultan hukum dituntut untuk memberikan profesionalitas dan services yang baik bagi klien. Dalam sebuah law firm, kehadiran keduanya dianggap memiliki nilai plus pada saat melakukan analisis atau diskusi, karena mampu memberikan pendekatan dan sudut pandang yang lebih bervariasi demi menemukan solusi terbaik.

 

Founding Partner Harvardy, Marieta & Mauren - Attorneys at Law, Windri Marieta mengungkapkan, meski ada stigma di luar sana yang mengatakan bahwa profesi hukum tidak cocok untuk perempuan, sebenarnya kesempatan untuk berkarier di bidang hukum sama besar. Sebab, yang dilihat adalah keahlian. Ia juga menambahkan, profesi lawyer bukan “Kemampuan kita untuk menganalisis suatu masalah, pendekatan-pendekatan yang kita lakukan dalam mengidentifikasi suatu masalah, atau proses berpikir, cara menulis, cara bernegosiasi dalam suatu sengketa, justru itu yang harus dilihat. Bukan masalah gender pria ataupun wanita,” katanya.

 

Beberapa waktu lalu, Hukumonline berkesempatan untuk melakukan sesi wawancara singkat dengan Windri Marieta terkait peranan perempuan dalam firma hukum, tantangan, sekaligus tips bagi para perempuan yang ingin cemerlang berkarier sebagai lawyer. Anda dapat menyaksikan wawancara kami dengan Founding Partner HMM dalam video berikut.  

 

 

Artikel ini merupakan kerja sama antara Hukumonline dengan Harvardy, Marieta & Mauren - Attorneys at Law (HMM)

Tags: