Rabu, 02 March 2011

TAP MPR Akan Dihidupkan Kembali

Menteri Hukum dan HAM mengusulkan agar posisi TAP MPR berada di atas UUD 1945 dalam hierarki peraturan perundang-undangan
Ali Salmande

mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Pasca terbitnya UU No 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, keberadaan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (TAP MPR) menjadi tidak jelas. Pasalnya, dalam undang-undang ini, posisi TAP MPR dikeluarkan dari hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia. Nasib TAP MPR yang berjumlah 137 buah menjadi terkatung-katung. color:black">

mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">

mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Namun, kondisi ini akan segera berakhir. DPR dan Pemerintah telah sepakat memasukkan kembali TAP MPR ke dalam hierarki peraturan perundang-undangan. Hal ini terungkap dalam Rapat Panitia Khusus revisi UU No 10 Tahun 2004, Rabu (2/3), di Gedung DPR, Jakarta.

mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">

mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">“Jadi, kita sepakat memasukkan TAP MPR ke dalam hierarki peraturan perundang-undangan,” ujar Pimpinan Rapat Sucipto.

mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">

mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Sejumlah perwakilan fraksi yang hadir sudah menyatakan persetujuannya. Mereka yang setuju adalah Almuzammil Yusuf (Fraksi Keadilan Sejahtera), Basuki Tjahaja Purnama (Fraksi Golkar), Yasona Laoly (Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan), dan Rusli Ridwan (Fraksi Amanat Nasional). color:black">

mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">








mso-bidi-font-family:"Times New Roman";mso-ansi-language:IN">Pasal 7 ayat (1) UU No mso-bidi-font-family:"Times New Roman";mso-ansi-language:IN">10/2004 "Times New Roman"">


"Times New Roman";mso-ansi-language:IN">Jenis dan hierarki Peraturan Perundang-undangan adalah sebagai berikut:


1.    mso-ansi-language:IN">Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; mso-bidi-font-family:Arial">


2.    mso-ansi-language:IN">Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Penngganti Undang-Undang;


3.    mso-ansi-language:IN">Peraturan Pemerintah;


4.    mso-ansi-language:IN">Peraturan Presiden;


5.    mso-ansi-language:IN">Peraturan Daerah.


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">

mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Sucipto, Anggota Komisi III dari Partai Demokrat, menjelaskan berdasarkan masukan-masukan dari pakar hukum – di antaranya Hakim Konstitusi Prof Maria Farida Indrati- memang ada usulan untuk memasukan kembali TAP MPR ke dalam hierarki peraturan perundang-undangan. “Kami sudah menjaring masukan-masukan dari pakar,” tuturnya.

mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">

mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Sebelumnya, TAP MPR memang sempat masuk ke dalam hierarki peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam TAP MPRS No XX Tahun 1966 dan TAP MPR No III Tahun 2000. Namun, akhirnya TAP MPR dikeluarkan dari hierarki dengan berlakunya UU No 10 Tahun 2004.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua