Rabu, 22 February 2012

Peras WNA, Eks PNS Dibekuk Polisi

Pelaku ancaman sebarkan foto-foto syur korban jika tak menyerahkan uang.
Rfq
Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Saud Usman Nasution tegaskan pelaku masuk ke akun jejaring sosial korban. Foto: SGP


Berhati-hatilah dengan akun jejaring sosial Anda. Waspadalah berkomunikasi lewat dunia maya. Nasihat ini sudah berkali-kali disampaikan polisi dan pemerhati mengingat banyaknya kasus hukum yang terjadi di Indonesia. Orang asing menjadikan Indonesia sebagai lokasi melakukan kejahatan di dunia maya. Sebaliknya, ada juga orang Indonesia yang menipu dan memeras warga negara asing (WNA) lewat dunia maya.



Peristiwa terakhir yang berhasil diungkap polisi adalah pemerasan terhadap seorang WNA. Pria berinisial BA (32 tahun) ditangkap polisi karena memeras seorang WNA yang identitasnya dirahasiakan polisi. BA, eks pegawai negeri sipil asal Jawa Tengah, ditangkap berkat laporan si WNA ke Direktorat Khusus Cyber Crime Mabes Polri 6 Februari lalu.



Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Saud Usman Nasution, (Selasa 21/2) kemarin,  menjelaskan pelaku berhasil masuk ke akun jejaring sosial korban. Setelah membajak akun, pelaku mengirimkan ancaman akan menyebarluaskan foto-foto seronok korban jika korban tak menyerahkan uang ratusan juta rupiah. Korban, jelas Saud, menyatakan tak mengenal pelaku. Tetapi korban sangat khawatir dengan ancaman pelaku. Itu sebabnya yang bersangkutan melapor ke polisi.



Kanit I Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Khusus Mabes Polri Tommy Watuliu, menambahkan pelaku lebih dahulu mengacak akun email milik korban. Setelah itu, pelaku meretas akun email korban dan mengirimkan pesan bernada ancaman melalui akun lain yang juga milik korban. Pelaku kemudian membajak email tersebut lalu mengirimkan pesan kepada korban melalui akun lain email korban.



Dijelaskan Tommy, pelaku melakukan aksinya lewat warung internet di daerah Wonosobo, Jawa Tengah. Begitu mendapat pengaduan korban, polisi langsung bergerak. Selama dua hari polisi masuk ke dunia maya pelaku, dan berhasil. “Pelaku ditangkap saat sedang online," ujarnya.



BA sudah ditetapkan sebagai tersangka pemerasan lewat dunia maya. Polisi masih menyelidi apakah BA terlibat jaringan penipuan dan pemerasan lewat dunia maya atau tidak. Sebab, penipuan terhadap WNA sudah sering terjadi. “Kami masih menyeldikinya,” kata Tommy.



Aksi tipu menipu dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi sudah sering terjadi. Pada 9 Juni tahun lalu misalnya, polisi berhasil menangkap puluhan WNA yang melakukan penipuan di Indonesia lewat dunia maya. Jaringan ini diduga sebagai pelaku penipuan SMS pulsa.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua