Kamis, 31 May 2012

Asosiasi Advokat Indonesia Siap Bela TKI

Red

 

Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), Humphrey Djemat menandatangani perjanjian kerjasama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI),  Kamis (31/5) di Balai Pelayanan Kepulangan TKI Selapajang Bandara Soekarno Hatta.

Kerjasama tersebut menunjuk AAI untuk mendampingi dan memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada TKI dalam mengajukan klaim asuransi TKI terhadap konsorsium asuransi proteksi. Perjanjian kerjasama ini berlaku untuk setahun kedepan. Demikian Humphrey lewat siaran pers yang diterima hukumonline, Kamis (31/5).

Selama ini para TKI, kata Humphrey,  kerap mengalami kesulitan dan dibuat tidak berdaya dalam mengurus klaim asuransinya. Posisi para TKI sangat lemah pada saat berhadapan dengan pihak asuransi.

Pada saat diwawancara oleh pihak asuransi para TKI tidak dapat menjawab atau menjelaskan klaim asuransinya tersebut. Para TKI merasakan diwawancara selama 20-30 menit yang dilakukan oleh pihak asuransi merupakan tekanan dan adanya ketidak nyamanan bagi mereka para TKI. Akibatnya para TKI sebagian besar memilih "menyerah" untuk mendapatkan klaim asuransinya.

Pada saat penandatanganan perjanjian BNP2TKI diwakili oleh Deputi Bidang Perlindungan, Lisna Poeloengan. Sementara dari pihak AAI diwakili oleh Ketua Umum DPP AAI,  Humphrey Djemat. Disaksikan oleh Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat dan para Advokat AAI serta aktivis buruh migran SBMI dan lain lain.

Selanjutnya Humphrey menjelaskan telah mempersiapkan tim advokat AAI selama 24 jam untuk mendampingi TKI yang tiba dibandara BPK TKI Selapajang. AAI juga telah menyiapkan Surat Kuasa Khusus untuk para TKI apabila pengurusan klaim asuransinya mengalami kesulitan untuk dipenuhi oleh konsorsium asuransi TKI. 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua