Senin, 04 February 2013

MK Diminta Cabut Delik Perbuatan Tak Menyenangkan

Pemohon yakin jika delik perbuatan tak menyenangkan dihapus, akan berdampak positif bagi masyarakat luas.
ASH
Foto: RES


Seseorang berstatus tersangka mempersoalkan aturan pidana (delik) perbuatan tidak menyenangkan dengan cara mengajukan uji materi Pasal 335 ayat (1) KUHP dan Pasal 21 ayat (4) huruf b KUHAP. Pemohon adalah Oei Alimin Sukamto Wijaya yang merasa dirugikan dengan berlakunya kedua pasal itu.


“Pasal 335 ayat (1) KUHP, khususnya frasa ‘sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan’ dan ‘sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tidak menyenangkan’ dan Pasal 21 ayat (4) huruf b KUHAP sepanjang frasa ‘….Pasal 335 ayat (1)’ bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat,” kata kuasa hukum pemohon, Muhammad Sholeh dalam sidang perbaikan permohonan di ruang sidang MK, Senin (4/1).   


Selengkapnya, Pasal 335 KUHP ayat (1) berbunyi, ”Barangsiapa secara hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan dan sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tidak menyenangkan baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.” 


Sementara, Pasal 21 ayat (4) huruf KUHAP menyebutkan pasal-pasal tindak pidana tertentu yang ancaman di bawah lima tahun penjara yang dapat dilakukan penahanan. Salah satunya, Pasal 335 ayat (1) KUHP.


Sholeh mengungkapkan, pemohon yang dijadikan tersangka dengan tuduhan Pasal 335 ayat (1) KUHP telah ditahan oleh Polsek Genteng Surabaya. Padahal, saat kejadian pertengkaran dengan pemilik Hotel Meritus (Haryono Winata) 5 Agustus 2012, pemohon dalam posisi dianiaya Haryono.


“Pemohon dituduh Pasal 335 ayat (1) KUHP hanya dengan umpatan, ‘hei kamu jangan pukuli aku di sini (hotelmu), kalau berani ayo bertengkar (jembatan) di Suramadu’,” ujarnya menirukan ucapan Alimin Sukamto.


Dia menilai penerapan Pasal 335 ayat (1) KUHP secara konstitusional bisa melanggar hak siapapun ketika ada penyidik atau penuntut umum menggunakan pasal itu. Sebab, frasa dalam Pasal 335 ayat (1) KUHP bersifat absurd (kabur), sehingga siapapun dengan mudah bisa dijerat pasal itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua