Jumat, 25 April 2014

Pakar: Penegakkan Pidana Perdagangan Manusia Lemah

ANT

Pakar hukum pidana Universitas Lampung Heni Siswanto menilai penegakkan hukum pidana kasus pedagangan manusia (human trafficking) di Indonesia selama ini masih sangat lemah.

"Dari perundang-undangan, sebenarnya sudah diatur. Namun, penegakkan hukumnya ternyata masih lemah," katanya usai menyampaikan disertasi doktoralnya di Universitas Diponegoro Semarang, Kamis (24/4).

Pengajar Fakultas Hukum Unila tersebut menyampaikan disertasi doktoral yang berjudul "Rekonstruksi Sistem Penegakan Hukum Pidana Secara Integral Dalam Menghadapi Kejahatan Perdagangan Orang".

Menurut Heni, penegakan hukum atas kasus kejahatan perdagangan manusia sebenarnya sudah diatur dalam tentang Pemberantasan Tindak Kejahatan Perdagangan Orang.

Namun, kata dia, implementasinya di tingkat aparat penegak hukum selama ini cenderung lemah karena terindikasi ada intervensi permainan kotor dari pelaku terhadap oknum-oknum penegak hukum.

"Perdagangan orang saat ini menjadi kejahatan nomor tiga di dunia, setelah perdagangan narkotika dan perdagangan gelap senjata. Seharusnya, penegakan hukum atas kejahatan ini dioptimalisasikan," katanya.

Akibat indikasi adanya permainan kotor dari pelaku kejahatan perdagangan orang, kata dia, terjadi pelemahan terhadap peran aparat penegak hukum yang mengakibatkan penanganan kasus ini tidak terurus.

"Kejahatan perdagangan orang sebenarnya merupakan fenomena gunung es. Yang terlihat secara kasat mata hanya terlihat sedikit, sementara yang berada di bawah permukaan sangatlah besar," katanya.

Perdagangan orang, kata dia, juga termasuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dengan korbannya para perempuan dan anak-anak untuk pelacuran, ekspolitasi sesksual, dan eksploitasi tenaga paksa.

Ia menjelaskan ada indikasi ketidakmauan dan ketidakmampuan penegak hukum dalam menangani perkara pidana ini untuk menciptakan kebenaran dan keadilan substantif, bukan yang bersifat transaksional.

Oleh karena itu, kata dia, dibutuhkan rekonstruksi atau bisa disebut reformasi atas penegakan hukum pidana kejahatan perdagangan orang, meliputi aspek substansi, struktur, dan budaya hukum.

"Kalau dari substansi, yakni aturan hukum, perundang-undangannya sudah baik. Ya, lebih kepada aspek struktur dan budaya hukum yang harus direformasi. Lebih pada perubahan 'mindset' penegak hukum," katanya.






Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007















Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua