Senin, 05 May 2014

Jumlah Pengangguran Turun Tipis, Menakertrans Tak Puas

ADY
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin
Iskandar, mengaku tidak puas dengan jumlah pengangguran yang turun
tipis di awal tahun 2014. Ia menduga hal itu diantaranya disebabkan
oleh lemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia akibat imbas ekonomi
global.
 
“Tentunya kita tidak puas dengan capain penurunan pengangguran yang tipis. Target penciptaan lapangan kerja tidak tercapai salah satunya karena pertumbuhan ekonomi Indonesia agak melemah akibat pengaruh ekonomi global, “ kata Muhaimin di Kantor Kemenakertrans, Senin (05/5).
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2014 tingkat
pengangguran terbuka sebesar 5,7 persen atau 7,15 juta jiwa. Jumlah itu turun dibandingkan Februari 2013 yaitu 5,82 persen (7,2 juta jiwa) dan Agustus 2013 yang mencapai 6,17 persen (7,41 juta jiwa).

Menurut Muhaimin pertumbuhan ekonomi yang ada belum signifikan menyerap tenaga kerja baru. Padahal setiap satu persen pertumbuhan ekonomi harusnya mampu menyerap 500 ribu tenaga kerja. Guna mengurangi jumlah pengangguran Muhaimin menyebut pemerintah mendorong terwujudnya hubungan industrial yang kondusif. Sehingga mampu meningkatkan produktifitas kerja. Dengan begitu diharapkan perusahaan mampu membuka lowongan kerja baru.

Selain itu, Muhaimin melanjutkan, meningkatkan keterampilan dan kompetensi kerja yang sesuai dengan pasar kerja. Rendahnya standar kualitas keterampilan dan kompetensi kerja menyebabkan calon tenaga
kerja sulit menembus lowongan kerja yang tersedia. “Selama ini lembaga pendidikan dan pelatihan, terutama swasta belum mampu menyesuaikan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga banyak lowongan pekerjaan yang tidak terisi akibat tidak adanya link and match,“ ucap Muhaimin.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua