Minggu, 17 August 2014

PPAKH XX Dibuka dengan Fun Run

Masing-masing kantor partisipan menampilkan kostum unik.
MAR
Ragam kostum unik peserta PPAKH XX saat Fun Run. Foto: RES
Acara rutin tahunan Pertandingan Persahabatan Antar Konsultan Hukum (PPAKH) kembali digelar. Memasuki edisi ke-20, tuan rumah kali ini, Soewito Suhardiman Eddymurthy Kardono (SSEK) menawarkan ragam hal yang tidak hanya baru, tetapi juga unik. Hal tersebut mulai terlihat saat acara pembukaan, Sabtu (16/8).

Untuk PPAKH edisi ini, SSEK memilih Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Kuningan, Jakarta Selatan atau yang akrab disebut juga Plaza Festival –sebelumnya Pasar Festival- sebagai tempat acara pembukaan. Berbeda, PPAKH edisi-edisi sebelumnya, acara pembukaan biasanya digelar di Hall Basket Senayan, Jakarta.

Selain tempat, hal beda yang mewarnai pembukaan adalah acara fun run, dimana para partisipan dari 16 kantor konsultan hukum ternama di Jakarta melakukan lari santai dengan jarak 5 kilometer. Menariknya, sebelum fun run dimulai, para pelari melakukan senam bersama yang dipandu oleh instruktur fitness aerobic dari Kolombia.

“Kita mikir kalau fun run biasa aja kurang seru jadi kita panggilah si Fabio, jagoan fitness aerobic yang bisa menyemangati orang-orang jadi tadi tuh benar-benar bikin pumping (memompa semangat, red),” ujar ketua Panitia PPAKH, Stephen Igor Warokka, kepada hukumonline setelah acara fun run.

Sesuai namanya, fun run digelar dengan konsep ‘menyenangkan’. Masing-masing kantor partisipan diminta untuk mengenakan kostum bertema. Walaupun nyatanya tidak semua memenuhi permintaan ini, tetapi sebagian partisipan tetap dengan semangat hadir dengan kostum bertema unik.

Kantor Arfidea Kadri Sahetapy-Engel Tisnadisastra (AKSET) , misalnya, tampil cukup mencolok dengan gaya retro tahun 80-an lengkap dengan wig kribo warna warni.

“Dipilih tema 80-an biar beda saja kita ingin menampilkan unsur retro dalam berlari, yang sekarang ini bagus pake fun run jadi nggak terlalu serius,” ujar Partner AKSET, Mohamad Kadri sambil tertawa.

Penampilan Assegaf, Hamzah and Partners juga tidak kalah mencolok. Mengusung tema kemerdekaan, para lawyer dari firma tersebut berlari dengan memakai ikat kepala merah putih dengan topi petani lengkap dengan bambu runcing. Ada juga yang memakai baju tentara jepang.

Para pelari AHP menunjukkan kekompakannya dengan lari bersama-sama dari garis start sampai finish. Kekompakan mereka berbuah manis karena tim pelari AHP menuai penghargaan “Instagram Best Team” dengan jumlah like 115 dan mendapatkan hadiah Rp1,5 juta.

Lalu, ada tim pelari Soemadipradja & Taher yang tampil mencolok dengan kostum Koboi, SSEK selaku tuan rumah tampil total dengan kostum Hippies dan Indian, dan Melli Darsa & Co tampil dengan tema suster.

Partisipan lainnya menggunakan kaos dengan tulisan-tulisan menarik. Seperti Makarim & Taira (M & T) yang menggunakan kaos dengan tulisan “why so serius?” (mengapa terlalu serius?). Tulisan tersebut dipilih M & T untuk menunjukkan bahwa keikutsertaan mereka dalam acara PPAKH kali ini, untuk bersenang-senang sehingga tidak terlalu memikirkan menang atau kalah.

“Tidak ada targetnya (menang, red), makanya kaos kita tulisannya ‘why so serious?’, ini untuk lucu-lucuan saja,” ujar Partner M & T, Benny Benarto kepada hukumonline.
 
Menurut Stephen, fun run dengan tema dipilih karena SSEK selaku tuan rumah ingin membuat sesuatu hal yang berbeda agar para peserta lebih semangat untuk datang dan lebih meriah, sekaligus untuk menunjukkan kreativitas masing-masing kantor partisipan.

Law firm itu sebenarnya punya bakat-bakat tersembunyi yang selama ini tidak pernah keluar, jadi gila-gilanya dikeluarin aja di sini,” papar Stephen.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua