Senin, 18 January 2016

Begini Cara Notaris Manfaatkan Waktu Di Kala Macet

Mulai review pekerjaan sampai belanja online.
RIA
Aksi mogok nasional sempat membuat lalu lintas di Jalan Rasuna Said, Jakarta macet.

Bertarung menembus macetnya ibukota bersama ratusan kendaraan lain di jalan raya bukan hal baru bagi penduduk Jakarta dan wilayah di sekitarnya. Meski banyak yang terus mengumpat soal kemacetan, tapi ternyata macet juga bisa membawa manfaat loh.
 
Notaris Amriyati Amin mengatakan ada segi positif yang bisa ia ambil dari kemacetan yang sering ia temui di Jakarta. Amriyati mengaku biasa mem- pekerjaan dan melakukan segudang aktivitas lain yang suka terlewat dikerjakan di kantor.
 
“Ya macet lumayan lah. kerjaan, atau baru sempat SMS, atau ‘oiya saya mau telepon si ini’. Kalau di kantor kan suka lupa karena ada kerjaan. Pasti bermanfaat dan sisi positifnya lah macet,” kata Amriyati saat berbincang dengan , Kamis (14/1).
 
Lulusan Magister Kenotariatan Universitas Indonesia (UI) yang kini tengah melanjutkan program doktoral ini berbagi apa saja yang ia lakukan di kala terjebak macet. Melihat kembali pekerjaan adalah hal pertama yang Amriyati kerjakan saat mobilnya sedang berhenti melaju.
 
Begitu naik mobil dan menemui kemacetan, kata Amriyati, ia otomatis pasti akan menengok kembali pekerjaannya. Mem- dokumen yang dibutuhkan dan mengecek kotak masuk di telepon genggamnya dari orang kantor.
 
“Nanti kalau semua udah terjawab, baru pindah ke Whatsapp (aplikasi layanan pesan singkat, red). Saya ada sekitar empat puluh Whatsapp group, itu ada yang teman-teman sekolah, ada yang urusan kesibukan partai juga, ya segala macam lah. Jadi ya ngikutin ,” Amriyati melanjutkan.
 
Berkutat selama satu sampai dua jam dalam perjalanan setiap harinya, Amriyati mengatakan bahwa ia juga membatasi waktu membaca di dalam mobil agar tidak berujung sakit kepala. Namun, sebutnya, kadang justru waktu jadi tidak berasa saat melakukan rutinitasnya itu.
 
“Kadang-kadang whatsapp dan -an kerjaan gitu aja udah abis satu jam. Mungkin kalau berbelok-belok baru capek. Tapi Jakarta kan banyakan macet itu di jalan raya dan itu lurus-lurus aja kan? Jadi pasti bisa kerjaan,” ujar Ketua Bidang Pelatihan Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (INI) ini.
 
Dalam kesempatan yang sama, Fessy Alwi juga berbagi cerita soal kegiatannya selama dalam perjalanan menuju tempat tujuan. Fessy banyak menghabiskan waktunya di jalan untuk aktif di media sosial seperti twitter dan facebook.
 
Perempuan yang sudah berhenti wara-wiri di tv sebagai pembawa berita satu ini juga mengaku sedang tergila-gila dengan media sosial instagram dan mengunggah foto apapun yang ingin ia unggah. “Iya sekarang lagi tergila-gila sama instagram. sana- sini. Terus belanja ,” ujar Fessy diikuti gelak tawanya.
 
Selain mengunggah foto, Fessy juga tak ketinggalan membaca berita di sejumlah media online. “Karena sekarang kan metode udah bergeser ya, yang dulu kita sangat koran- sekarang ini baca koran cuma sepintas. Lebih ke media karena itu kan pergerakannya cepat,” tuturnya.
 
Hal lain yang juga dilakukan Fessy tentunya mereview pekerjaan. Meski jarang, namun ada waktu ketika rekan bank-nya butuh melakukan akad dalam waktu cepat. Dalam keadaan seperti itu Fessy akan mereview akta yang sudah dikerjakan asistennya di mobil, lalu langsung menuju tempat akad dilakukan.
 
“Tapi intensitasnya emang lebih lihat-lihat perkembangan ya. Kalau kerjaan kan bisa di kantor atau di rumah,” imbuh istri politikus Partai Nasional Demokrat Taufik Basari ini.


follow up

Follow uphukumonline



follow up

update



ngejawabinjaprifollow up



Uploaduploadonline

mindedonline



Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua