Rabu, 18 Mei 2016

Gol Tunggal “Berdarah” PERADI FC di Mundi Avocat

Pelatih berharap gol semata wayang dari empat pertandingan ini bisa memompa semangat para pemain.
ALI
Penyerang PERADI FC, Maddenleo Siagian terbaring akibat cidera dalam pertandingan Mundi Avocat. Foto: Istimewa

Dahaga gol di tiga pertandingan yang telah dijalani oleh tim sepakbola Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI FC) di Mundi Avocat 2016 (Piala Dunia Advokat) akhirnya terbayar di laga keempat saat melawan A.S.D. Palermo Forense 2014 (Italia). Meski mencetak gol, PERADI FC tetap menyerah 1-4 atas lawannya, Selasa (17/5).
 
Di laga ini, para pemain PERADI FC terus berupaya untuk “memecahkan” telur belum pernah mencetak gol sepanjang pagelaran Mundi Avocat di La Manga, Spanyol sejak awal pertandingan. Namun, anak-anak PERADI FC justru “kecolongan” dua gol di menit ke-10 dan ke-19 pada babak pertama.
 
Gol yang ditunggu-tunggu pun datang pada menit ke-20. Penyerang andalan PERADI FC, lepas dari jebakan offside setelah memperoleh umpan daerah dari . Berhadapan dengan kiper, Madden berhasil mengangkat bola melewati kepala kiper tim advokat Palermo. Sayangnya, gol ini harus dibayar mahal, karena Madden bertabrakan dengan kiper Palermo saat berebut bola.
 
Penyerang yang selalu dipasang sepanjang keikutsertaan PERADI FC di Mundi Avocat ini harus ditandu ke luar lapangan karena cedera yang cukup serius. Darah segar keluar dari gigi dan hidung dari pria lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (FH Unpad) ini. Mata kanan Madden pun terlihat sembab sehingga sempat mengganggu penglihatannya.   
 
Madden lalu digantikan oleh . Terciptanya satu gol, membuat PERADI FC terus bersemangat mengejar ketertinggalan. Sebuah peluang emas sempat tercipta di kaki penyerang PERADI FC, . Sayangnya, Ozhak belum berhasil mengkonversinya menjadi sebuah gol.
 
Asyik menyerang, PERADI FC seakan melupakan pertahanannya. Di menit ke-33 dan akhir babak pertama, Palermo kembali menciptakan dua gol. Bahkan, peluang Palermo untuk menambah gol  sempat terbuka setelah wasit menghadiahi tim advokat asal Italia ini sebuah penalti usai salah seorang pemainnya dilanggar di dalam kotak penalti.
 
Namun, kiper PERADI FC dengan sigap menghalau sepakan penalti pemain Italia itu.
 
Skor 4-1 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, PERADI FC terus menekan pertahanan Palermo. Sejumlah peluang tercipta. Bahkan, tendangan ‘placing’ masih membentur mistar gawang.
 
Pelatih PERADI FC mengatakan meski kalah, permainan anak-anak asuhannya semakin meningkat dari hari ke hari. “Saya rasa ada peningkatan terus. Sayangnya kami kebobolan karena lengah, dan itu kesalahan kita. Secara kualitas, tim Palermo nggak lebih bagus dari kita,” ujarnya Rabu (18/7).
 
Aji – sapaan akrabnya – berharap bila gol tunggal yang tercipta oleh Madden menambah semangat pemain-pemain PERADI FC lainnya. Ia pun belum bisa memastikan apakah penyerang andalannya itu sudah bisa bertanding pada pertandingan sebelumnya atau tidak. “Nanti kita lihat kondisinya, kalau dia nggak bisa main, saya akan cari alternatif untuk di depan,” pungkasnya.
 
Sebagai informasi, PERADI FC masih akan menjalani tiga pertandingan lain untuk menentukan peringkat 25 hingga 29 di ajang Mundi Avocat kategori classic. PERADI FC akan bertanding melawan Tianjin Bar Association (Tiongkok) pada Kamis (19/5), Japan United pada Jumat (20/5), dan Les Lions de Volubilis pada Sabtu (21/5).

Susunan Pemain PERADI FC
























Kiper

:

Bambang Harianto Ginting

Belakang

:

Rein Ronald Silaen, Misbach Gasma (capt)/Nopber Siregar, Fajar Ramadhan Kartabrata/Joe Ricardo dan Herwinsyah Herman Raba/Rangga Maindra

Tengah

:

Mario Silitonga, Marco Silaen, Aprizal Hosen / Roy Barus

Depan

:

Maddenleo Siagian/Michael Kanta, Rudolf Rivai Simangunsong, Ozhak Sihotang/Valentino Simanjuntak





Maddenleo Siagian Aprizal Hosen



Michael Kanta GermansaOzhak Sihotang



Bambang Harianto Ginting 

Michael Kanta

Aji Ridwan Mas

Coach 

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua