Selasa, 10 January 2017

Hari Ini Sidang Ahok Masih Keterangan Saksi

Diperkirakan 5 orang saksi.
CR21
Sidang perkara Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama. Foto: Pool/Tatan/RES

Sidang lanjutan perkara dugaan penistaan agama atas nama terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan kembali digelar. Berdasarkan konfirmasi yang dilakukan tadi malam, agenda sidang masih mendengar keterangan saksi.
 
Pada sidang Selasa pekan lalu, majelis hakim  PN Jakarta Utara yang bersidang di auditorium Kementerian Pertanian mendengarkan keterangan 4 dari 6 orang saksi yang dihadirkan penuntut umum. Empat orang yang sudah bersaksi adalah Habib Novel Chaidir Hasan, Muchsin, Gusjoy Setiawan, dan Samsu Hilal. Dua saksi lain, P. Tasman dan Ibnu Baskoro, baru akan memberikan keterangan pada sidang hari ini (10/1). (Baca juga: .
 
Selain kedua saksi tadi, penuntut umum menambah 3 saksi tambahan, sehingga totalnya menjadi 5 orang. Dengan lima orang saksi itu, sidang Ahok bisa berlangsung berjam-jam. Pekan lalu, agenda mendengar keterangan 4 orang saksi berlangsung hingga malam hari, diselingi skorsing sidang. (Baca juga: ).
 
Anggota penasihat hukum Ahok, Tjandra Sridjaja Pradjonggo, juga mengkonfirmasi informasi mengenai saksi-saksi tersebut. “Ada 5 saksi pelapor yang akan diperiksa, ditambah 3. Sudah kami terima informasinya dua hari lalu,” katanya kepada .
 
Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dihadapkan ke pengadilan setelah warga mengadu ke polisi gara-gara pidatonya di hadapan warga Kepulauan Seribu, September 2016 lalu, dianggap menista agama dan ulama. Tuduhan itu diperkuat sikap dan pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sikap dan Pandangan MUI itulah yang kemudian dijadikan penuntut umum sebagai bagian dari isi surat dakwaan. Dalam surat dakwaan setebal 7 halaman, penuntut umum juga mempertanyakan niat Ahok menyampaikan sesuatu yang bersinggungan dengan agama. Jaksa kemudian menjerat Ahok dengan pasal penistaan agama, 156a huruf a atau 156 KUHP. (Baca juga: ).
 
Tetapi, referensi jaksa terhadap Sikap dan Pandangan MUI itu dikritik Tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika, sebutan tim penasihat hukum Basuki Tjahaya Purnama. Pengacara menganggap rujukan itu tak tepat karena Sikap dan Pandangan MUI bukan hukum positif. (Baca juga: ).
 
Keterangan saksi adalah salah satu alat bukti yang dikenal KUHAP. Majelis hakim telah menetapkan selama persidangan agenda pembuktian tak boleh ada siaran langsung televisi sehingga keterangan para saksi ini tak bisa didengar (calon) saksi lain atau (calon) ahli. Setelah saksi, penuntut umum akan menghadirkan ahli.
Hukumonline

Sidang Ahok Masuki Babak Pemeriksaan Saksi)

Usai Sidang, Ahok Beri Keterangan Pers

hukumonline



Surat Dakwaan Ahok Hanya 7 Halaman

Penuntut Umum Singgung Niat Ahok

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua