Rabu, 08 August 2018

LIA, Chatbot Hukum Pertama Indonesia Resmi Diluncurkan

Melalui platform chatbot LIA ini, masyarakat dapat dengan mudah berinteraksi hingga bertanya seputar masalah hukum perkawinan, hukum perceraian, dan hukum waris.
Aida Mardatillah
Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara bersama Presiden Komisaris Hukumonline Ahadi Bayu Tejo saat meluncurkan LIA (Legal Intelligent Assistant), chatbot hukum pertama di Indonesia, Selasa (7/8).

Di era disrupsi digital seolah mengharuskan banyak pihak kerap bertransformasi menggunakan teknologi informasi yang semakin canggih ini guna memenuhi kebutuhan informasi masyarakat. Untuk itu, di ulang tahun ke-18, Hukumonline resmi meluncurkan produk platform chatbot bernama Legal Intelligent Asistant (LIA), berteknologi Artificial Intelligence (AI).

 

LIA ini merupakan chatbot hukum pertama di Indonesia yang bertujuan membantu masyarakat mendapat konten edukasi hukum yang dapat diakses melalui lia.hukumonline.com. Acara peluncuran produk baru Hukumonline ini langsung diresmikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

 

Dilanjutkan, diskusi bertajuk “Peluang Investasi dan Arah Kebijakan Hukum dalam Menghadapi Disrupsi Teknologi Informasi.” Diskusi menampilkan narasumber yakni Kepala Biro Hukum Kementerian Perdagangan Sri Hariyati; Kepala Biro Perencanaan Kementerian Komunikasi dan Informatika Arifin Saleh Lubis; Partner AKSET Law Abadi Abi Tisnadisastra; CEO & Founder Privyid Marshall Pribadi; Head of Public Policy & Government Relations Bukalapak Even Alex Chandra.

 

Presiden Komisaris Hukumonline, Ahadi Bayu Tejo mengatakan memasuki usia ke-18, Hukumonline, terus berupaya memberikan akses kemudahan memberi layanan hukum dengan memanfaatkan teknologi informasi terbaru. Salah satunya diluncurkannya produk LIA yang dapat dengan mudah diakses masyarakat.

 

“LIA yang dapat diakses secara gratis. Nantinya segera akan diluncurkan juga professional hukumonline (pro hukumonline) dan practice manual,” kata Bayu dalam sambutannya di Hotel JS Luwansa Jakarta, Selasa (7/8/2018). Baca Juga: Peluncuran LIA, Chatbot Hukum Pertama di Indonesia  

 

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan sejak awal berdiri 18 tahun lalu, Hukumonline sudah memanfaatkan teknologi untuk memberikan pelayanan informasi hukum kepada masyarakat. “Pertama, saya ucapkan selamat ulang tahun Hukumonline, selalu menjadi yang pertama menggunakan teknologi untuk melayani (kebutuhan hukum) masyarakat,” harapnya.

 

Dia menilai di era perkembangan dunia teknologi informasi yang semakin pesat, Hukumonline dapat dilihat sudut pandang sebagai subjek dan objek. Ketika sebagai subjek, Hukumonline telah berupaya paling terdepan memberi layanan informasi hukum dengan menggunakan teknologi digital. Ketika sebagai objek, Hukumonline mesti terus meng-upgrade platform seiring kebutuhan hukum masyarakat dan meningkatkan layanan.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua