Rabu, 10 Oktober 2018
Inforial
Cara Sukses Merintis Karier Corporate Lawyer dari Walalangi & Partners
​​​​​​​CV, IPK, pengetahuan hukum, dan kelancaran berbahasa asing hanya berguna hingga tahap wawancara untuk diterima bekerja di law firm. Selanjutnya membutuhkan lebih dari itu.
Tim Inforial
Cara Sukses Merintis Karier Corporate Lawyer dari Walalangi & Partners
Foto: Istimewa

“Apa bedanya tenggelam dan menyelam?”

 

Ya, Anda benar! Meskipun sama-sama sedang berada di dalam kolam renang atau laut, tenggelam terjadi tak sesuai rencana sedangkan menyelam pasti dengan persiapan bahkan lengkap dengan peralatan khusus. Nah, agar Anda tak “tenggelam” saat merintis karir lawyer, berikut hukumonline sajikan beberapa informasi penting untuk “menyelam” dalam karier corporate lawyer. Kali ini hukumonline akan mengutip tips dari Walalangi&Partners yang disajikan dalam acara Corporate Lawyer in Practice bulan lalu.

 

Berbekal IPK tinggi dan portofolio dalam CV, banyak calon lawyer yang baru saja lulus sarjana hukum begitu optimis akan diterima di law firm idamannya. Sayangnya optimisme ini sering tak diimbangi dengan pengetahuan dan kesiapan yang cukup untuk benar-benar serius merintis karier corporate lawyer. Iming-iming kebebasan finansial mungkin masih yang paling mendominasi pikiran para calon lawyer.

 

Putri Bening Larasati, salah satu associate Walalangi&Partners menjelaskan, bahwa perlu bagi para calon lawyer menata cara pandang tentang karir corporate lawyer yang akan mereka tekuni. Dengan demikian akan membuat mereka survive dan enjoy menghadapi berbagai tantangan dalam merintis karier.

 

Berdasarkan pengalamannya, gaji besar memang salah satu faktor pertimbangan bekerja di law firm dia bekerja saat ini, namun bukan satu-satunya. Apalagi mengenai besaran gaji ini sangat bergantung dengan kinerja dalam melayani klien. Masih ada hal-hal menyenangkan lainnya yang bisa dinikmati dalam merintis karier corporate lawyer.

 

Pertama, menjadi lawyer akan membawa Anda pada dunia praktik dari semua teori yang dipelajari selama kuliah. Dunia kerja adalah tempat belajar yang sesungguhnya dari pengalaman nyata. Keahlian dan keterampilan profesional diasah lewat berbagai pekerjaan setiap hari.

 

Berkarier sebagai corporate lawyer tidak hanya sekedar menjadikan sarjana hukum profesional di bidang hukum. Ditambahkan Siti Kemala Nuraida, associate Walalangi&Partners, faktor lain selain tunjangan gaji yang besar adalah kesempatan pengembangan diri serta menajamkan intelektualitas merupakan faktor penting dia bekerja pada law firm. Hal ini disebabkan lingkungan kerjanya mengharuskan berinteraksi dengan dunia bisnis, terutama bisnis multinasional. Ini membuat para lawyer terdorong untuk memahami pula seluk beluk dunia bisnis untuk bisa memberikan konsultasi hukum yang tepat kepada klien.

 

Mereka juga didorong untuk selalu mengembangkan soft skills. Sebagai penjual jasa, bukan hanya keahlian lawyer menangani urusan hukum yang bisa membuat klien datang kembali namun juga kenyamanan yang dirasakan klien saat berinteraksi bersamanya. Konsultasi hukum yang diberikan haruslah memberikan pengalaman yang menyenangkan. Sentuhan semacam itu memerlukan kepiawaian soft skills yang terus diasah.

 

Ada juga peluang interaksi internasional dalam menangani perkara klien. Kebanyakan klien di bidang jasa hukum bisnis berhubungan dengan berbagai transaksi lintas batas negara. Hal ini memberikan kesempatan lawyer yang menanganinya bekerja sambil belajar banyak hal baru di tingkat internasional.

 

Pada akhirnya, Putri dan Siti merasakan karier yang dijalaninya ini tidak hanya memberikan prestise. Pola kerja dengan tuntutan kerja sama tim yang baik membuatnya memiliki kedekatan dengan rekan-rekan tidak sebatas mitra kerja namun juga keluarga. Ada solidaritas yang terbangun selain hubungan profesional. Semua hal itu dirasakan Putri dan Siti sebagai paket insentif menyenangkan dalam berkarier corporate lawyer.

 

Setelah menata ulang cara pandang tentang profesi ini, T Anggra Syah Reza, salah satu mid associate di Walalangi&Partners mengajak para peserta memahami ada harga yang harus dibayar untuk menikmati karir corporate lawyer. Para calon lawyer tentu harus berusaha sebaik mungkin memenuhinya meskipun penuh tantangan.

 

Menurut Anggra, seorang lawyer harus siap dengan deadline ketat setiap harinya. Jam kerja yang sangat panjang hingga jelang dini hari dengan tumpukan tugas bisa menjadi rutinitas. Semua itu harus dijalani dengan hasil kerja berkualitas secara konsisten.

 

CV, IPK, pengetahuan hukum, dan kelancaran berbahasa asing hanya berguna hingga tahap wawancara untuk diterima bekerja di law firm. Selanjutnya membutuhkan lebih dari itu untuk sukses berkarir sebagai corporate lawyer.

 

Lawyer dituntut memiliki efisiensi waktu serta perhatian mendetail dalam pekerjaannya. Responsif, bertanggung jawab secara mandiri, dan kemampuan menangani lebih dari satu tugas secara bersamaan harus menjadi kemampuan yang dimiliki. Selain itu lawyer juga selalu berpikir kritis tanpa mengabaikan kreatifitas dan inisiatif tinggi. Kecakapan tersebut harus melekat pada dirinya secara individu dan saat bekerja dalam tim.

 

Wah, nampaknya semakin terasa berat ya? Tentu Anda tidak diharapkan langsung menguasai semuanya dengan baik saat mulai diterima bekerja di law firm idaman. Anda akan dilatih terus menerus secara bertahap hingga benar-benar mahir.

 

Selain itu ada standar umum mengenai lingkup tugas seorang junior lawyer. Putri menyebutkan empat tugas yang lazim diberikan kepada junior lawyer yaitu melakukan riset penunjang terhadap berbagai regulasi Pemerintah, penelusuran literatur, menerjemahkan dokumen-dokumen tertentu ke bahasa asing atau sebaliknya, dan dilibatkan dalam legal due diligence.

 

Beberapa Tips Teknis

Secara khusus Putri berbagi tips teknis melakukan riset penunjang terhadap berbagai regulasi Pemerintah. Paling penting tentunya harus memahami pertanyaan riset yang ditugaskan dan membaca peraturan terkait dan menanyakan pengalaman senior untuk masalah yang ada. Lanjutkan dengan menghubungi lembaga-lembaga terkait untuk memeriksa preseden. Ditambahkan Siti, kuncinya adalah berpikir kritis dan sikap efektif-efisien sambil tetap menjaga sopan santun dalam memperoleh informasi. Jangan lupa untuk menjaga hubungan baik dengan siapapun petugas di lembaga tersebut yang sudah membantu.

 

Soal legal due diligence, menurut Anggra, setidaknya ada tiga target yang harus dipahami dari aktivitas ini. Pertama, memastikan berbagai aspek kepatuhan terhadap regulasi telah dipenuhi perusahaan di berbagai transaksi. Kedua, menilai tingkat risiko perusahaan dalam menjalankan bisnisnya dari sisi legal. Terakhir ialah mempersiapkan mitigasi atas berbagai risiko hukum yang mungkin muncul jika ada kondisi di luar perkiraan. 

 

Kuncinya, pahami transaksi apa yang sedang ditangani untuk menggunakan pendekatan yang tepat sebelum memulai legal due diligence. Lingkup dari setiap legal due diligence ini juga akan bergantung pada sejauh mana permintaan klien. Biasanya akan berkaitan dengan urusan lisensi, kontrak, perjanjian kerja, penangangan aset, sengketa, atau tindakan perusahaan lainnya. Ingat, perhatikan detil hasil kerja anda, pastikan tanpa kesalahan, telah menjelaskan persoalan dengan memadai, memuat analisis risiko, dan tentunya berbagai alternatif solusinya.

 

Siti Kemala Nuraida dan T Anggra Syah Reza memaparkan pentingnya pemahaman soal merger dan akuisisi dan memahami konsep-konsep di UU No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan penanaman modal asing di Indonesia dan juga memahami peraturan Pasar.

 

Di akhir pemaparan, Putri menekankan agar para calon lawyer benar-benar mempersiapkan diri untuk merintis karir corporate lawyer ini.

 

Putri mewanti-wanti bahwa tahap mengirimkan berkas lamaran juga sangat penting untuk diperhatikan detailnya. Mulai dari format CV, salinan transkrip nilai, jenis file yang harus dilampirkan, hingga pemilihan kata dan penyusunan kalimat dalam surat lamaran sangat menjadi poin penilaian sejak awal oleh tim rekrutmen. Periksa ulang semua berkas yang Anda siapkan sebelum mengirimkannya ya. Jangan segan minta bantuan senior Anda yang sudah bekerja untuk memeriksa kepatutannya.

 

Selamat “menyelam” dan semoga Anda tidak “tenggelam”..!!

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.