Rabu, 22 Mei 2019

Mau Jadi Kurator Sukses dan Andal? Begini Tipsnya

Di antaranya adalah mencintai pekerjaan dan bertanggungjawab.
Fitri Novia Heriani
Acara diskusi

Duma Hutapea adalah salah satu kurator senior yang sudah malang melintang di dunia kepailitan. Mengantongi izin sebagai kurator sejak tahun 2000, Duma menjadi salah satu kurator yang disegani. Beberapa kasus pailit dengan skala besar pernah ditangani oleh adik kandung Hotman Paris Hutapea ini.

 

Sukses berkarier sebagai kurator, Duma mencoba memberikan kunci atau tips bagi para advokat yang ingin berkecimpung di dunia kurator. Baginya, salah ‘resep’ utama untuk mendulang sukses di dunia kurator adalah patuh menjalankan undang-undang.

 

Sementara itu bagi kurator lain, Jimmy Simanjuntak, perlu adanya pendekatan belajar dengan para kurator yang berpengalaman. Di sisi lain, kurator Dedy Kurniadi menekankan pentingnya proses belajar yang dilakukan secara kontinyu.

 

Namun terdapat komponen lain yang juga turut menentukan keberhasilan seseorang menjalani bisnis kurator. Yuk intip kiat sukses ala Duma Hutapea, Jimmy Simanjuntak, dan Dedy Kurniadi!

 

Berkomitmen Jalankan Profesi Sesuai UU

Duma mengisahkan, selama 19 tahun berkarier sebagai kurator, dia pernah dilaporkan ke dewan etik profesi kurator. Duma yang saat itu berstatus sebagai kurator salah satu perkara kepailitan di bidang asuransi, dilaporkan ke dewan etik karena terlalu straight melaksanakan undang-undang.

 

“Satu-satunya laporan kepada saya ke dewan etik, karena terlalu straight menjalankan undang-undang. Ini merupakan satu komitmen dari cara kerja dalam dunia kurator. Kalau mau bermanuver di luar UU, saya tidak akan terima begitu saja,” kata Duma dalam sebuah diskusi dengan tema ‘Kiat Sukses Kurator dan Pengurus’, di Jakarta, Selasa (21/5).

 

Cintai Pekerjaanmu

Karena berpegang teguh kepada Undang-Undang Kepailitan, Duma berupaya menyelesaikan perkara sesuai aturan yang berlaku. Salah satunya adalah tentang tenggat waktu penyelesaian perkara selama 45 hari.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua