Sabtu, 13 July 2019

Perlu Ada Insentif untuk Membudayakan Pro Bono Advokat

​​​​​​​Penghargaan bagi advokat atau kantor hukum yang mendukung pelaksanaan pro bono perlu dipertimbangkan.
Normand Edwin Elnizar
Sebagian peserta Pro Bono FGD usai berdiskusi. Foto: HOL

Ternyata urusan pro bono hanya sebatas tidak menerima pembayaran honorarium atas jasa hukum  advokat untuk membantu masyarakat tidak mampu. Penjelasan tersebut ditemukan dalam UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat (UU Advokat) dan PP No.83 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemberian Bantuan Hukum Secara Cuma-Cuma (PP Bantuan Hukum Cuma-cuma). Lalu, bagaimana caranya mendorong advokat secara aktif melakukan pro bono?

 

Pertanyaan tersebut  mengemuka dalam sebuah diskusi terarah yang diselenggarakan The Asia Foundation dan Hukumonline, Selasa (9/7). Diskusi untuk merumuskan panduan pro bono ini dihadiri sejumlah akademisi, peneliti, advokat, birokrat, bahkan hakim.

 

Asep Ridwan, salah satu peserta diskusi menyampaikan pendapatnya. “Minimal ada insentif dalam bentuk apapun, baik untuk adavokat maupun firma hukum yang mendorong advokatnya melakukan pro bono,” kata Partner di firma Assegaf Hamzah & Partners ini kepada Hukumonline.

 

Meskipun kewajiban pro bono adalah tanggung jawab moral, Asep melihat bahwa strategi untuk membudayakannya perlu menjadi perhatian. Bentuk yang paling tepat adalah insentif ketimbang paksaan untuk melakukan apalagi memberikan sanksi jika lalai.

 

Salah satu peserta diskusi perwakilan pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ‘Rumah Bersama Advokat’, Saor Siagian memang sempat mengajukan usulan cukup tegas. Para advokat harus memberikan laporan pelaksanaan pro bono sebagai syarat memperpanjang izin praktik advokat.

 

Anggara Suwahju, Direktur Eksekutif Institute for Criminal Justice Reform mengusulkan hal yang sama dengan Asep. “Kalau mau menumbuhkan budaya justru yang harus didorong adalah penghargaan, insentif,” katanya kepada hukumonline.

 

Selain itu Anggara juga mengusulkan agar pelaksanaan pro bono dengan bantuan hukum dari pemerintah tidak dipisahkan. Menurutnya persoalan yang utama adalah tersedianya layanan akses kepada keadilan bagi masyarakat miskin.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua