Kamis, 18 July 2019

KY Selenggarakan Sinergi dan Media Massa

Muhammad Yasin

Isu pengawasan peradilan menjadi salah satu topik menarik bagi media massa. Perhatian pada isu peradilan perlu didukung pemahaman yang baik pada hal-hal yang berkaitan dengan peradilan, termasuk pengawasan dan penegakan kode etik. Demikian juga pemahaman terhadap penggunaan bahasa hukum. Karena itu pers berperan penting dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas Komisi Yudisial. Peristiwa yang diliput media acapkali menjadi dasar pengawasan dan penegakan kode etik terhadap hakim.

Demikian antara lain benang merah yang disampaikan komisioner Komisi Yudisial, Farid Wajdi, dalam acara Sinergitas Komisi Yudisial dengan Media Massa bertama ‘Peran Media Massa dalam Mewujudkan Akuntabilitas Peradilan, di Bandung, Kamis (18/7). “Peranan pers sangat penting,” ujar Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi Komisi Yudisial itu.

Untuk mendukung sinergi itu, KY mengundang anggota Dewan Pers, Henry CH Bangun, dan akademisi dari Universitas Padjadjaran Bandung, Abi Besman. Menurut Farid, relasi antara pers dapat dilihat dari upaya mewujudkan peradilan yang bersih dan bermartabat. Sinergitas penting dilakukan untuk lebih memberikan pemahaman para jurnalis tentang pengawasan peradilan, batas-batas kerahasiaan pemeriksaan hakim, dan penegakan kode etik. “Meliput di KY berbeda di lembaga penegak hukum lainnya karena undang-undang mengamanatkan proses tersebut dilakukan secara tertutup dan rahasia,” jelas Farid.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua