Jumat, 11 October 2019

90 Peserta International Friendly Games Peradi Bertandang ke Malaysia

Jumlah kepesertaan tahun ini meningkat drastis dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Fathan Qorib
Rombongan peserta International Friendly Games Peradi di Bandara Soekarno Hatta sebelum menuju Penang, Malaysia, Jumat (11/10). Foto: RES

Menjelang akhir tahun 2019, Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) berkesempatan mendatangi The Malaysian BAR di Penang, Malaysia, untuk menyelenggarakan International Friendly Games selama tiga hari ke depan mulai Jumat (11/10). Tak tanggung-tanggung, jumlah peserta yang datang dari Peradi mencapai 90 orang.

 

“Ini terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Ketua Panitia Pelaksana International Friendly Games antara Peradi dengan The Malaysian BAR, Harvardy M Iqbal kepada Hukumonline.

 

Ia menjelaskan, dari total 90 peserta tersebut terdiri dari 71 atlet, 11 supporter dan 8 official. Menurutnya, banyaknya jumlah peserta yang hadir pada tahun ini mengindikasikan bahwa antusias para advokat dalam menyalurkan hobinya di bidang olahraga.

 

“Justru dari olahraga ini yang mungkin dulu berseberangan sekarang jadi kawan. Jadi, (hobi, red) olahraga salah satu media positif untuk mempersatukan advokat,” tambahnya.

 

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Jakarta Pusat Arman Hanis menyambut baik acara yang diorganisir oleh DPC di bawah kepemimpinan dirinya tersebut. Pertemuan dengan The Malaysian BAR kali ini merupakan keenam kalinya. Menurut Arman, tak ada target khusus bagi atlet Peradi dalam International Friendly Games ini. Ia hanya berharap, melalui hobi olahraga maka para advokat dapat berkumpul dan menjalin persahabatan di antara mereka.

 

“Harapan bermain seperti biasa saja, karena pertandingan persahabatan, bagaimana menjalin komunikasi dan relasi dengan lawyer-lawyer di Malaysia sehingga semakin banyak pertemanan,” kata Arman.

 

Arman juga berharap, para atlet yang kebanyakan advokat muda ini dapat menjaga kekompakan di antara mereka. Apalagi, dalam acara kali ini, para atlet juga berasal dari berbagai DPC di daerah. “Tetap harus diteruskan kegiatan ini, supaya menjaga kekompakan dan mempersatukan advokat,” katanya.

 

Baca:

 

Sekretaris DPC Peradi Jakpus Bobby R Manalu berharap hal yang sama. Menurutnya, kegiatan pertandingan persahabatan seperti ini bukan hanya mempersatukan advokat antar daerah tapi juga menjalin relasi sesama advokat di Indonesia. “Dalam acara ini ada beberapa advokat dari berbagai daerah juga ikut,” katanya.

 

Mengenai memperluas kepesertaan advokat daerah dalam kegiatan pertandingan persahabatan dengan advokat dari negara lain juga menjadi concern Ketua Dewan Penasehat DPC Peradi Jakpus James Purba. Menurutnya, para advokat di Wilayah Timur Indonesia perlu ikut serta dalam kegiatan positif seperti ini agar semakin kompak.

 

“Tahun depan Malaysia dating (pertandingan persahabatan, red) agar wilayah Timur ikut taruh tempat di tengah-tengah, Bali misalnya,” kata James.

 

Terkait cabang olahraga yang dipertandingkan kali ini, James menjelaskan, terdapat lima cabang. Kelimanya adalah sepakbola yang dibagi atas dua pertandingan yakni kelas Master dan Classic. Untuk cabang olahraga kedua adalah badminton. Cabang olahraga berikutnya bola basket, keempat golf dan kelima billiard.

 

Seperti Arman, James tak memiliki target khusus dalam pertandingan kali ini. Menurutnya, penyaluran hobi olahraga merupakan hal terpenting bagi para advokat. Selain itu, para advokat yang menjadi peserta juga dapat memperluas relasinya di Negeri Jiran tersebut.

 

“Profesi ini kalau kerjaannya urusin hukum, pengadilan, dan hal serius lainnya. Hidup harus berwarna, makanya penting menyalurkan hobi,” tutupnya sambil tertawa.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua