Selasa, 07 April 2020

Kabar Gembira! Peserta PKPA Hukumonline Lulus UPA 100 Persen

Kegiatan PKPA yang digelar Hukumonline dan bekerja sama dengan PERADI serta FH Universitas Yarsi ini akan terus berkembang dari kurikulum materi, para pengajar hingga sistem ajarnya.
RED
Suasana PKPA Hukumonline angkatan pertama. Foto: RES

Sudah dua angkatan Hukumonline bekerja sama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) dan Fakultas Hukum Universitas Yarsi menggelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Total peserta yang ikut PKPA dua angkatan tersebut adalah 101 peserta. Rinciannya, untuk peserta tahun 2019 sebanyak 50 peserta dan tahun 2020 sebanyak 51 peserta.

 

Namun, tidak seluruh peserta PKPA tersebut mengikuti Ujian Pendidikan Advokat (UPA) dengan beragam alasan. Dari total 101 peserta, yang ikut ujian sebanyak 42 peserta. Para peserta tersebut seluruhnya lulus dari UPA atau 100% lulus ujian. Sedangkan sisanya, yakni sebanyak 52 peserta PKPA, tidak mengikuti ujian.

 

Tingkat kelulusan ujian yang tinggi dari para peserta PKPA Hukumonline ini mengindikasikan bahwa sistem pengajaran PKPA yang digelar sangat efektif. Hal ini diutarakan oleh Direktur Bisnis Hukumonline Jan Ramos Pandia. Menurutnya, efektivitas ini didukung oleh para pengajar PKPA Hukumonline yang merupakan para tokoh berpengalaman dan terbaik sesuai dengan bidangnya masing-masing. Selain itu, jumlah peserta PKPA yang terbatas juga semakin membuat efektif sistem pengajaran yang berlangsung.

 

“Para peserta bisa langsung interaktif berdiskusi dengan para pengajar tersebut dengan waktu yang panjang dalam pengajaran sehingga menghasilkan kegiatan belajar yang semakin efektif,” kata Ramos.

 

Prof Hikmahanto berfoto bersama para peserta PKPA Hukumonline angkatan kedua. Foto: RES

 

Meski begitu, lanjut Ramos, kegiatan PKPA yang digelar Hukumonline dan bekerja sama dengan PERADI serta FH Universitas Yarsi ini akan terus berkembang dari segi materi. Perkembangan zaman menjadi syarat yang wajib dimiliki bagi para peserta PKPA saat menjadi profesional hukum nantinya. Hal ini sesuai dengan tujuan Hukumonline yang berkomitmen ikut memajukan dunia hukum di Indonesia.

 

“Hukumonline akan terus melaksanakan PKPA dengan memperbarui substansi materi maupun teknologi sehingga berdampak efektif dan positif bagi para peserta PKPA,” kata Ramos.

 

Ramos menambahkan, di tengah merebaknya wabah Covid-19, Hukumonline berencana akan menggelar PKPA dengan mekanisme online. “Saat ini Hukumonline bersama FH Yarsi sedang menjajaki pelaksanaan PKPA secara online sebagai sebuah inovasi dalam merespon situasi darurat Covid-19 untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan advokat. Kami berharap bahwa pemanfaatan teknologi yang merupakan sebuah keniscayaan pada situasi saat ini dapat menjadi solusi dalam pelaksanaan PKPA oleh PERADI bagi para calon advokat di berbagai wilayah di Indonesia.”

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua