Selasa, 07 April 2020

Harapan KY untuk Ketua MA Baru

Ada harapan KY dan MA lebih bersinergi sesuai tugas dan fungsi masing-masing lembaga terutama dalam seleksi hakim agung dan penegakan kode etik hakim.
Aida Mardatillah
Ketua MA terpilih M. Syarifuddin saat memberi sambutan usai pemilihan ketua MA yang juga digelar secara live streaming di ruang Kusumah Atmadjah Gedung MA, Senin (6/4). Foto: RES

Hakim Agung Muhammad Syarifuddin terpilih menjadi Ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2020-2025 menggantikan M. Hatta Ali yang memasuki masa pensiun. Pemilihan ketua MA yang digelar di ruang Kusumah Atmadjah ini berlangsung dua putaran. Syarifuddin unggul di putaran pertama dan kedua. Dalam putaran kedua, Syarifuddin mendapat 32 suara unggul dari pesaingnya, Andi Samsan Nganro yang mendapat 14 suara.

 

Ada sejumlah harapan dan tantangan bagi ketua MA baru itu dalam upaya menunjang pelaksanaan tugas lembaga peradilan. Salah satunya harapan datang dari Komisi Yudisial (KY) sebagai mitra stategis MA terutama dalam pelaksanaan seleksi calon hakim agung dan pengawasan dalam upaya menjaga keluhuran, kehormatan/martabat dan perilaku hakim/hakim agung.  

 

“Selamat atas terpilihanya M. Syarifuddin sebagai Ketua MA periode 2020-2025. Saya yakin kiprah beliau selama ini akan membawa angin segar dan perubahan di MA. Selamat bekerja untuk kemajuan MA,” ucap Ketua KY Jaja Ahmad Jayus saat dikonfirmasi Hukumonline, Selasa (7/4/2020). Baca Juga: Beragam Harapan terhadap Ketua MA Baru

 

Jaja mengingatkan tantangan dunia peradilan semakin besar dan kompleks. Dia meminta agar KY dan MA semakin bersinergi dalam melanjutkan reformasi hukum dan dunia peradilan. “Saya berharap Ketua MA M. Syarifuddin men-support tugas KY, seperti seleksi hakim agung dan persoalan penegakan kode etik hakim demi mewujudkan misi dan MA untuk menjadi badan peradilan yang agung,” kata Jaja.

 

Dia yakin Ketua MA terpilih mampu melanjutkan dan meningkatkan apa yang sudah dicapai Ketua MA sebelumnya yang sudah banyak melahirkan berbagai kebijakan sesuai Blue Print Pembaruan Peradilan 2010-2035. Sebagai mitra strategis, Jaja berharap MA dan KY dapat lebih bersinergi sesuai tugas dan fungsi masing-masing lembaga.

 

"MA adalah mitra KY, sehingga perlu meningkatkan komitmen dan sinergi agar mampu memberi harapan para pencari keadilan serta mewujudkan visi MA menjadi badan peradilan yang agung. Semoga KY dan MA dapat bersinergi dengan baik di masa kepemimpinannya,” harapnya.

 

Dalam waktu dekat ini, Jaja mengaku akan bertemu Ketua MA terpilih, M. Syarifuddin guna mempererat hubungan kelembagaan. “Saya akan bertemu dengan Ketua MA yang baru nanti. Nanti akan dibicarakan kerja sama mengenai hal-hal apa saja ke depan yang perlu digarap dan disinergikan antara MA dan KY di luar tugas seleksi calon hakim agung dan penegakan kode etik hakim,” katanya.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua