Jumat, 25 September 2020

Kali Pertama, Munas III Peradi Bakal Digelar Secara Virtual

Munas III Peradi bakal digelar pada 7 Oktober 2020 secara virtual. Tantangan menggelar Munas III Peradi secara virtual ini bagaimana memastikan koneksi internet stabil dengan kualitas bagus.
Ady Thea DA
Sekjen DPN PERADI Thomas Tampubolon. Foto: Istimewa

Salah satu hasil Rapimnas pada 12 Agustus 2020 lalu, Peradi pimpinan Fauzie Yusuf Hasibuan bakal menggelar Munas III Peradi tahun 2020 secara virtual atau online lantaran pandemi Covid-19 di Tanah Air masih belum berakhir. Munas III Peradi diputuskan digelar pada 7 Oktober 2020 dengan mematuhi protokol Kesehatan secara ketat. Kemungkinan kegiatan Munas ini akan berpusat di luar Jakarta karena di Jakarta masih memberlakukan PSBB.

Sekretaris Jenderal Peradi Thomas E. Tampubolon mengatakan ini pertama kali dalam sejarah Peradi dimana Munas akan diselenggarakan secara virtual, bukan tatap muka langsung. Karena itu, perlu persiapan yang matang agar Munas dapat berjalan lancar sesuai harapan. Sampai saat ini Peradi masih sibuk menyiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk melaksanakan Munas.

Agar acara berjalan baik, Peradi telah melakukan berbagai uji coba dengan menggelar beberapa kegiatan, salah satunya Rapimnas pada 12 Agustus 2020 lalu. Dalam acara Rapimnas, ada 24 DPC yang tidak hadir karena beberapa alasan, salah satunya tidak ada koneksi internet di wilayahnya.  Dari berbagai uji coba itu, Thomas menegaskan ada banyak hal yang perlu dilengkapi untuk menunjang kelancaran Munas, antara lain peralatan video conference dan bantuan teknis IT dari pihak luar.

Untuk mengatasi persoalan serupa dalam Munas, Thomas mengingatkan bagi DPC yang di daerahnya tidak memiliki jaringan internet untuk bergabung dengan DPC terdekat yang tersedia koneksi internet. “Kami ingin semua (DPC, red) hadir, bagi yang tidak memiliki koneksi internet agar bergabung dengan DPC lain,” kata Thomas ketika dihubungi, Jumat (25/9). (Baca Juga: Akan Selenggarakan Munas III, Peradi Gelar Rampimnas Sesuai Protokol)

Thomas menjelaskan dalam Munas nanti utusan setiap DPC maksimal 25 orang. Total peserta diperkirakan lebih dari 1.300 orang. Dalam Munas nanti akan disiapkan sekitar 60 ruang virtual, dimana setiap satu ruangan bisa diisi oleh beberapa DPC. Mengenai tata tertib (tatib), panita akan mengirimkan kepada seluruh DPC secara elektronik beberapa hari sebelum acara dimulai

Tatib dikirim beberapa hari sebelumnya agar peserta dapat memberi masukan, sehingga ketika hari H, Munas bisa dilakukan secara efisien dan efektif. Munas akan digelar satu hari penuh, sehingga diharapkan setiap peserta menyampaikan pertanyaan yang substantif dan padat.

“Biasanya dalam Munas yang diselenggarakan secara tatap muka, tata tertib dan agenda kegiatan Munas diberikan pada saat acara berlangsung di lokasi,” kata dia.  

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua