Keluarga

Akta Cerai Hilang, Begini Cara Memperolehnya

Bacaan 6 Menit
Akta Cerai Hilang, Begini Cara Memperolehnya

Pertanyaan

Orang tua saya telah bercerai sejak saya kecil, tahun 84-85 (tidak ada yang ingat persisnya kapan). Kemudian sekarang pada saat mau menjual aset rumah, diperlukan akta cerai tersebut. Ternyata akta cerai tersebut setelah dicari tidak ada, sudah hilang. Ketika saya mau meminta salinan akta tersebut ke dinas catatan sipil, diminta nomor akta (yang mana tidak ada yang tahu nomor tersebut). Pertanyaan saya, apakah ada kemungkinan salinan akta tersebut bisa didapatkan tanpa mengetahui nomor dan waktu perceraian tersebut? Apakah ada jalan keluar dari permasalahan saya ini?

Intisari Jawaban

circle with chevron up
Kutipan akta perceraian termasuk salah satu jenis kutipan akta pencatatan sipil. Bagi yang bergama Islam, akta perceraian diberikan langsung kepada masing-masing suami dan istri yang bercerai melalui panitera. Sedangkan bagi yang beragama selain Islam, setelah putusan perceraian dikeluarkan, perceraian tersebut masih harus dilaporkan oleh para pihak yang bersangkutan ke pihak yang berwenang baru kemudian akan diterbitkan kutipan akta perceraian.
 
Lalu, bisakah kutipan akta cerai yang hilang diterbitkan kembali dan jika bisa apa saja syarat-syaratnya?
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Ulasan Lengkap

 
Artikel ini adalah pemutakhiran kedua dari artikel dengan judul Cara Memperoleh Akta Cerai yang Hilang yang dibuat oleh Sovia Hasanah, S.H. dan pertama kali dipublikasikan pada Jumat, 12 Oktober 2018, kemudian dimutakhirkan pertama kali pada Jumat, 8 Maret 2019.
 
Akta Perceraian Bagi Pemeluk Agama Islam
Kutipan akta perceraian yang Anda maksud termasuk salah satu jenis kutipan akta pencatatan sipil.
 
Sebelum menjawab pertanyaan Anda, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa bagi pemeluk agama Islam, perceraian dianggap terjadi beserta segala akibatnya terhitung sejak jatuhnya putusan Pengadilan Agama yang telah berkekuatan hukum tetap.[1]
 
Panitera Pengadilan Agama atau pejabat Pengadilan Agama yang ditunjuk wajib mengirimkan satu helai salinan putusan Pengadilan Agama yang telah berkekuatan hukum tetap kepada pegawai pencatat di tempat perceraian itu terjadi, dan pegawai pencatat lalu mendaftar putusan perceraian tersebut dalam sebuah daftar.[2]
 
Pencatatan ini dilakukan dalam register pencatatan sipil pada dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten/kota atau unit pelaksana teknis dinas kependudukan dan pencatatan sipil.[3] Setelah itu baru diterbitkan akta perceraian yang diberikan langsung kepada masing-masing suami dan istri yang bercerai melalui panitera.[4]
 
Akta Perceraian Bagi Pemeluk Agama Selain Islam
Sedangkan bagi pemeluk agama selain Islam, perceraian beserta segala akibatnya baru dianggap terjadi terhitung sejak saat pendaftarannya pada daftar pencatatan kantor pencatatan oleh pegawai pencatat. Panitera pengadilan atau pejabat pengadilan yang ditunjuk wajib mengirimkan satu helai salinan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap kepada pegawai pencatat di tempat perceraian itu terjadi, dan pegawai pencatat mendaftar putusan perceraian dalam sebuah daftar yang diperuntukkan untuk itu.[5]
 
Setelah putusan perceraian dikeluarkan, perceraian tersebut masih harus dilaporkan oleh para pihak yang bersangkutan maksimal 60 hari sejak putusan memperoleh kekuatan hukum tetap kepada instansi pelaksana, yaitu perangkat pemerintah kabupaten/kota yang bertanggung jawab dan berwenang melaksanakan pelayanan dalam urusan administrasi kependudukan.[6] Dari laporan tersebut, pejabat pencatatan sipil mencatat pada register akta perceraian dan menerbitkan kutipan akta perceraian.[7]
 
Selengkapnya mengenai prosedur memperoleh akta cerai, dapat Anda simak dalam Adakah Biaya Pengurusan Akta Cerai?
 
Cara Memperoleh Salinan Akta Cerai yang Hilang
Berkaitan dengan pertanyaan mengenai cara memperoleh salinan akta cerai Anda yang hilang tanpa mengetahui nomor akta cerai, sejauh penelusuran kami, tidak ada peraturan perundang-undangan yang menjelaskan secara spesifik mengenai hal ini.
 
Pada umumnya, persyaratan yang diperlukan untuk mengurus penerbitan kembali kutipan akta nikah yang hilang ditentukan oleh dinas kependudukan dan pencatatan sipil di masing-masing daerah.
 
Sebagai contoh, kami mengutip dari laman Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember (“Dispendukcapil Jember”) dalam artikel Mengenai Akta Perceraian (Pembuatan Baru, Hilang/Rusak), Simak Infonya Disini yang menjelaskan bahwa pemohon dapat meminta Dispendukcapil Jember untuk menerbitkan kutipan akta cerai yang baru tanpa perlu mengetahui nomor akta cerai yang hilang tersebut.
 
Setiap kutipan akta pencatatan sipil (dalam hal ini akta cerai) yang hilang atau rusak atas permintaan tertulis dari yang bersangkutan/keluarga dapat diterbitkan kembali kutipan kedua dan seterusnya, dengan melengkapi persyaratan berikut:
  1. Foto copy Kutipan Akta Pencatatan Sipil.
  2. Foto copy Kartu Keluarga (“KK”) dan Kartu Tanda Penduduk (“KTP”) Pemohon.
  3. Surat laporan kehilangan dari kepolisian atau kutipan akta yang rusak.
  4. Surat kuasa bermeterai Rp6 ribu apabila menguasakan (Perhatikan juga tarif bea meterai yang baru sebesar Rp10 ribu sebagaimana yang kami jelaskan dalam artikel Fungsi Meterai dan Dokumen-dokumen yang Wajib Bermeterai).
  5. Surat Nikah/Surat Cerai/Surat Kematian.
  6. Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (“SBKRI”) /untuk prosedur ganti nama.
  7. Foto copy KK dan KTP orang tua (jika masih ada)/Foto copy akta kematian orang tua (jika sudah tiada).
  8. Keputusan pengadilan apabila ada perubahan akta.
 
Setelah melengkapi seluruh persyaratan tersebut, pemohon dapat langsung menuju Dispendukcapil Jember dengan mengurus melalui loket Pencatatan Sipil.
 
Dari informasi di atas, dapat kita ketahui bahwa untuk memohonkan penerbitan kembali kutipan akta perceraian yang hilang pada Dispendukcapil Jember, tidak diperlukan nomor kutipan akta cerai yang hilang tersebut.
 
Untuk itu, kami menyarankan Anda untuk mengecek kembali persyaratan penerbitan kutipan akta perceraian yang hilang di daerah Anda, karena dalam praktik, persyaratan yang diperlukan berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.
 
Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.
 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar hukum:
 
Referensi:
Mengenai Akta Perceraian (Pembuatan Baru, Hilang/Rusak), Simak Infonya Disini, diakses pada Senin, 15 Februari 2021, pukul 19.30 WIB.
 
 
Tags: