KlinikBerita
New
Hukumonline Stream
Data PribadiJurnal
Personalisasi
Halo,
Anda,

Segera Upgrade paket berlangganan Anda.
Dapatkan fitur lebih lengkap
Profil
Ada pertanyaan? Hubungi Kami
Bahasa
id-flag
en-flag

Ditegur Atasan karena Belajar pada Jam Kerja

Share
Ketenagakerjaan

Ditegur Atasan karena Belajar pada Jam Kerja

Ditegur Atasan karena Belajar pada Jam Kerja
Rifdah Rudi, S.H.Si Pokrol

Bacaan 10 Menit

Ditegur Atasan karena Belajar pada Jam Kerja

PERTANYAAN

Saya sedang kuliah sambil bekerja. Pernah satu kali atasan mendapati saya sedang belajar di jam kerja. Saya tidak mungkin sempat belajar jika pekerjaan sedang banyak-banyaknya. Namun, atasan saya menegur saya. Apakah salah mengisi waktu kosong dengan belajar? Apa bedanya dengan browsing-browsing di jam kerja? Terima kasih.

DAFTAR ISI

    INTISARI JAWABAN

    Setiap Warga Negara Indonesia (“WNI”) pada dasarnya berhak memperoleh pendidikan, tidak terkecuali bagi yang berstatus sebagai pekerja. Namun, bagi yang berstatus sebagai pekerja, perlu diperhatikan juga kewajiban dan tanggung jawab pekerjaannya, termasuk ketentuan jam kerja yang diatur dalam UU Ketenagakerjaan  dan perubahannya.

    Untuk itu, Anda perlu memerhatikan ketentuan waktu kerja di perusahaan tempat Anda bekerja serta menyampaikan kebutuhan Anda untuk bekerja sambil belajar kepada atasan atau divisi personalia/human resources division, sehingga permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

    Penjelasan lebih lanjut dapat Anda baca ulasan di bawah ini.

    ULASAN LENGKAP

    Terima kasih atas pertanyaan Anda.

    Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran kedua dari artikel dengan sama yang dibuat oleh Diana Kusumasari, S.H., M.H. dan dipublikasikan pertama kali pada 6 Juli 2012, dan dimutakhirkan oleh Bernadetha Aurelia Oktavira, S.H. pada 25 Juni 2021.

    KLINIK TERKAIT

    Hukumnya Jika Karyawan Di-PHK dalam Masa Percobaan

    Hukumnya Jika Karyawan Di-PHK dalam Masa Percobaan

    Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.

    Hak Pekerja dalam Memperoleh Pendidikan

    Pada dasarnya, tidak ada ketentuan yang secara tegas melarang pekerja untuk belajar atau melanjutkan pendidikan. Terutama karena hak untuk memperoleh pendidikan merupakan hak asasi setiap Warga Negara Indonesia (“WNI”).

    Belajar Hukum Secara Online dari Pengajar Berkompeten Dengan Biaya TerjangkauMulai DariRp. 149.000

    Adapun hak bagi WNI untuk memperoleh pendidikan ini dilindungi oleh konstitusi yang tertuang dalam Pasal 28C ayat (1) jo. Pasal 31 UUD 1945, sebagai berikut:

    Pasal 28C ayat (1)

    Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

    Pasal 31

    1. Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
    2. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
    3. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.
    4. Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.
    5. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

    Perlu diketahui, dalam hal pekerja melanjutkan pendidikan (kuliah) sambil bekerja, terdapat dua kemungkinan. Pertama, pekerja melaksanakan tugas pendidikan dari perusahaan. Umumnya, dalam kategori ini perusahaan menanggung biaya pendidikan dari pekerja yang diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan tetap memberikan upahnya meskipun pekerja yang bersangkutan tidak bekerja seperti biasa.

    Ketentuan di atas telah diatur oleh Pasal 93 ayat (2) huruf i UU Ketenagakerjaan yang selengkapnya berbunyi:

    Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku, dan pengusaha wajib membayar upah apabila:

    (i) pekerja/buruh melaksanakan tugas pendidikan dari perusahaan.

    Kedua, atas inisiatif pekerja sendiri, pekerja melanjutkan pendidikan sambil bekerja, sehingga semua biaya ditanggung oleh pekerja. Bagi pekerja yang demikian, pekerjaannya tetap menjadi tanggung jawab yang harus dipenuhi. Oleh karenanya, kami asumsikan Anda termasuk dalam kategori yang kedua ini. Dalam hal ini, praktik pada tiap perusahaan bisa berbeda-beda.

    Untuk pekerja dalam kategori kedua ini, ada baiknya sejak awal pekerja memberitahukan bahwa ia bekerja sambil kuliah, sehingga pihak perusahaan bisa memahami kondisinya. Meskipun hal tersebut tidak juga menghilangkan tanggung jawab pekerja yang bersangkutan untuk menyelesaikan pekerjaannya.

    Hak Pekerja untuk Istirahat

    Anda menyebutkan bahwa Anda belajar untuk mengisi waktu kosong pada jam kerja. Dari keterangan Anda, kami asumsikan waktu kosong yang Anda maksud adalah saat pekerjaan Anda tidak sedang banyak-banyaknya. Jadi, bukan waktu kosong yang diartikan sebagai waktu istirahat, yang wajib diberikan kepada pekerja paling sedikit meliputi:[1]

    1. istirahat antara jam kerja, paling sedikit setengah jam setelah bekerja selama 4 jam terus menerus, dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja; dan
    2. istirahat mingguan 1 hari untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu.

    Menjawab pertanyaan Anda, menurut hemat kami, adanya waktu kosong dalam jam kerja tidak otomatis memberi Anda hak untuk mengerjakan hal-hal di luar pekerjaan, termasuk belajar. Hal ini karena jam atau waktu kerja telah diatur sebelumnya antara Anda selaku pekerja dan perusahaan selaku pemberi kerja.

    Meskipun pelaksanaan jam kerja diatur lebih lanjut di dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama, namun ketentuan waktu kerja pada dasarnya diatur sebagai berikut:[2]

    1. 7 jam 1 hari dan 40 jam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu; atau
    2. 8 jam 1 hari dan 40 jam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu.

    Sehingga, berdasarkan penjelasan di atas, atasan Anda punya dasar yang kuat untuk menegur Anda karena mengerjakan hal di luar pekerjaan saat jam kerja. Karena itu, kami menyarankan sebaiknya Anda meminta izin dari atasan Anda terlebih dulu jika hendak menggunakan waktu kerja untuk belajar.

    Namun, jika pihak atasan atau perusahaan memang keberatan dengan waktu kerja yang Anda gunakan untuk belajar, Anda bisa menyiasatinya dengan mengambil hak cuti.

    Mengenai kegiatan browsing atau menggunakan fasilitas internet pada jam kerja, hal demikian juga perlu dilihat lagi apakah untuk kebutuhan pekerjaan atau bukan. Jika bukan, sebaiknya hal ini dihindari karena hal tersebut sama halnya dengan mengerjakan hal-hal lain di luar pekerjaan.

    Hak Pekerja untuk Cuti

    Pada dasarnya, selain memberi waktu istirahat, pengusaha juga wajib memberi cuti kepada setiap pekerja/buruh.[3]

    Adapun hak atas cuti tersebut merupakan cuti tahunan yang diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:[4]

    1. pekerja/buruh yang bersangkutan telah bekerja selama 12 bulan secara terus menerus;
    2. diberikan paling sedikit 12 hari kerja;
    3. pekerja tetap mendapatkan upah selama menjalankan hak waktu istirahat atau cuti.[5]

    Sebagai informasi, pelaksanaan cuti tahunan juga diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.[6]

    Baca juga: Aturan Cuti Besar bagi Pekerja

    Sebagai kesimpulan, Anda berhak melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup Anda, untuk itu ada baiknya Anda menempuh cara-cara kekeluargaan untuk menyampaikan kondisi Anda yang sedang bekerja sambil kuliah. Anda bisa menyampaikan hal ini melalui divisi personalia atau human resource division di perusahaan tempat Anda bekerja (jika ada), atau langsung kepada atasan Anda, guna memperoleh win-win solution, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, baik Anda dan perusahaan.

    Baca juga: Kapan Hak Cuti Tahunan Bisa Digunakan?

    Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

    DASAR HUKUM

    Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
    Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
    Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja
    Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023
    Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan
    Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan

    [1] Pasal 81 angka 25 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (“Perppu Cipta Kerja”) yang mengubah Pasal 79 ayat (2) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”)

    [2] Pasal 81 angka 23 Perppu Cipta Kerja yang mengubah Pasal 77 ayat (2) dan (4) UU Ketenagakerjaan

    [3] Pasal 81 angka 25 Perppu Cipta Kerja yang mengubah Pasal 79 ayat (1) UU Ketenagakerjaan

    [4] Pasal 81 angka 25 Perppu Cipta Kerja yang mengubah Pasal 79 ayat (3) UU Ketenagakerjaan

    [5] Pasal 40 ayat (2) huruf c Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan 

    [6] Pasal 81 angka 25 Perppu Cipta Kerja yang mengubah Pasal 79 ayat (4) UU Ketenagakerjaan

    Tags

    belajar
    jam kerja

    Punya Masalah Hukum yang sedang dihadapi?

    atauMulai dari Rp 30.000
    Powered byempty result

    KLINIK TERBARU

    Lihat Selengkapnya

    TIPS HUKUM

    Tips Cicil Rumah dengan KPR Agar Terhindar Risiko Hukum

    2 Apr 2024
    logo channelbox

    Dapatkan info berbagai lowongan kerja hukum terbaru di Indonesia!

    Kunjungi

    Butuh lebih banyak artikel?

    dot
    Pantau Kewajiban Hukum
    Perusahaan Anda di sini!