Pidana

Hukumnya Menakut-nakuti Orang dengan Senjata Tajam

Bacaan 6 Menit
Hukumnya Menakut-nakuti Orang dengan Senjata Tajam

Pertanyaan

Umur saya 16 tahun. Saya membawa motor dan teman saya membawa senjata tajam. Saya disuruh teman saya ngejar dua orang yang tengah lewat. Setelah itu orang itu jatuh ke parit. Tetapi orang itu tidak kena apa-apa atau dikeroyok. Apakah saya akan dimasukkan ke penjara ?

Intisari Jawaban

circle with chevron up
Pada dasarnya memiliki dan membawa senjata tajam di Indonesia dilarang oleh hukum di Indonesia dan termasuk perbuatan pidana, kecuali senjata tajam yang digunakan untuk pekerjaan, benda pusaka, atau koleksi benda kuno.
 
Selain itu, perbuatan mengejar orang lain hingga korban jatuh ke parit juga dapat dijerat dengan pasal penganiayaan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
 
Namun, apakah Anda yang hanya memboncengkan teman Anda dan masih berusia 16 tahun tetap dapat dikenai ancaman pidana?
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Ulasan Lengkap

 
Pertanyaan yang Anda ajukan dapat kami klasifikasikan menjadi 4 pembahasan, yaitu:
  1. Anda memboncengkan teman Anda yang membawa senjata tajam;
  2. Bersama dia, Anda mengejar orang hingga orang tersebut jatuh ke parit;
  3. Bisa tidaknya Anda dipidana sebagai orang yang memboncengkan teman Anda;
  4. Usia Anda masih 16 tahun.
 
Membawa Senjata Tajam
Pertama-tama, kami akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai senjata tajam. Kamus Besar Bahasa Indonesia (“KBBI”) mendefinisikan senjata tajam sebagai senjata yang tajam seperti pisau, pedang, atau golok.
 
 
  1. Barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk (slag-, steek-. of stootwapen), dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.
  1. Dalam pengertian senjata penikam atau senjata penusuk dalam pasal ini, tidak termasuk barang-barang yang nyata-nyata dimaksudkan untuk dipergunakan guna pertanian, atau untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga atau untuk kepentingan melakukan dengan syah pekerjaan atau yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang pusaka atau barang kuno atau barang ajaib (merkwaardigheid).
 
Sehingga, perbuatan teman Anda yang membawa senjata tajam yang bukan digunakan untuk kepentingan pekerjaannya atau koleksi barang pusaka/ barang kunonya dilarang oleh hukum dan termasuk dalam perbuatan pidana. Ancaman pidananya adalah setinggi-tingginya 10 tahun.
 
Penganiayaan
Perbuatan Anda dan teman Anda yang membuat korban jatuh ke dalam parit juga dapat disebut dengan penganiayaan yang diatur dalam Pasal 351 ayat (1) dan (4) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang berbunyi:
 
  1. Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah;
  1. Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.
 
Dikutip dari Perbuatan-perbuatan yang Termasuk Penganiayaan, R. Soesilo dalam bukunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal mengatakan bahwa undang-undang tidak memberi ketentuan apakah yang diartikan dengan “penganiayaan” itu. Menurut yurisprudensi, maka yang diartikan dengan “penganiayaan” yaitu sengaja menyebabkan perasaan tidak enak (penderitaan), rasa sakit, atau luka. Termasuk masuk pula dalam pengertian penganiayaan ialah “sengaja merusak kesehatan orang.”
 
R. Soesilo dalam buku tersebut juga memberikan contoh dengan apa yang dimaksud dengan “perasaan tidak enak”, yaitu misalnya mendorong orang terjun ke kali sehingga basah, menyuruh orang berdiri di terik matahari, dan sebagainya.
 
Sehingga menurut hemat kami, mengejar orang hingga jatuh ke parit, yang kemungkinan menyebabkannya terluka dan basah, dapat dikategorikan sebagai tindak pidana penganiayaan.
 
 
Anda dan teman Anda juga dapat dijerat dengan pasal pembunuhan apabila korban meninggal dan tindakan tersebut dilakukan dengan maksud untuk membunuhnya. Pasal 338 KUHP menyatakan:
 
Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena    pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
 
Penulis sengaja mencantumkan pasal pembunuhan ini sebagai peringatan keras agar Anda dan teman Anda berhati-hati dan tidak mengulangi perbuatan menakut-nakuti orang dengan senjata tajam karena bisa saja perbuatan tersebut mengakibatkan kematian.
 
Turut Serta atau Membantu Melakukan Tindak Pidana
Apakah Anda yang hanya memboncengkan teman Anda juga dapat dipidana?
 
Berkaitan dengan tindak pidana membawa senjata tajam, karena Anda tidak ikut membawa atau membantu membawa senjata tajam maka Anda tidak dapat dijerat dengan Pasal 2 UU Darurat 12/1951 di atas.
 
Akan tetapi Anda tidak boleh berpuas diri terlebih dahulu karena Anda juga ikut mengejar orang (meskipun disuruh oleh teman Anda) hingga jatuh ke parit. Maka Anda pun dapat dikenakan sanksi pidana penjara berdasarkan pasal penganiayaan yang kami jelaskan di atas.
 
Berdasakan hukum pidana di Indonesia, Anda dapat dianggap sebagai pelaku yang turut serta melakukan kejahatan dalam Pasal 55 ayat (1) atau membantu melakukan kejahatan yang diatur dalam Pasal 56 KUHP. Adapun kedua pasal tersebut berbunyi:    
 
Pasal 55 ayat (1)
          Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:
      1.  
      2. mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan;
 
Pasal 56 KUHP
Dipidana sebagai pembantu kejahatan:
            1.  
      1. mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan ;
      2. mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan.
 
Adapun terhadap orang yang memberi bantuan untuk melakukan kejahatan, maksimum pidana pokok dikurangi 1/3 sesuai Pasal 57 ayat (1) KUHP.
 
Pelaku Berusia 16 Tahun
Selanjutnya, mengenai usia Anda yang masih 16 tahun, maka hal tersebut tidak menghapus sanksi pidana terhadap Anda. Anda tetap dapat dijatuhi hukuman, namun dalam hal ini undang-undang mengatur berbeda karena Anda masih dikategorikan sebagai anak.
 
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU 11/2012) dalam Pasal 1 angka 3 menyatakan:
 
Anak yang berkonflik dengan hukum yang selanjutnya disebut Anak adalah anak       yang telah berumur 12 (dua belas) tahun tetapi belum berumur 18 (delapan             belas) tahun yang diduga melakukan tindak pidana.
 
Ancaman pidana terhadap anak yang melakukan kejahatan diatur dalam Pasal 81 ayat (2) UU 11/2012 yang menyatakan:
 
  1. Pidana penjara yang dapat dijatuhkan kepada Anak paling lama 1/2 (satu perdua) dari maksimum ancaman pidana penjara bagi orang dewasa.
 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar Hukum:
 
Referensi:
Kamus Besar Bahasa Indonesia (“KBBI”), senjata tajam, diakses pada 28 Mei 2021, pukul  09.58 WIB.