Jumat, 24 Juli 2020

Pemerasan Oknum Polri dalam Dugaan Kasus Asusila

Pemerasan Oknum Polri dalam Dugaan Kasus Asusila

Pertanyaan

Saya diceritakan sahabat dekat saya bahwa pada malam hari dia pergi dengan pacarnya. Setelah memutari kota, dia hendak berhenti dan memarkirkan mobilnya (memang keadaannya agak gelap, namun tidak sepi). Tiba-tiba ada 3 polisi menghadang dan memergoki mereka, padahal mereka tidak berbuat apa-apa.   Setelah bicara dengan polisi, mereka diancam akan dilaporkan atas tindak pidana ringan dugaan mesum. Polisi berniat membantu sahabat saya agar masalah selesai, namun dengan bayaran Rp10 juta. Sahabat saya mau tidak mau harus bayar.   Apakah tindakan sahabat saya merupakan tindakan asusila atau perbuatan mesum? Apakah bisa sahabat saya melaporkan tindakan pemerasan polisi tersebut?

Intisari Jawaban

Perbuatan sahabat Anda tidak serta merta dapat dikategorikan sebagai tindakan melanggar kesusilaan sebagaimana ketentuan hukum pidana dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
 
Terhadap tindakan pengancaman pelaporan pidana dan permintaan sejumlah uang kepada sahabat Anda oleh oknum Polri merupakan bentuk tindak pidana dan pelanggaran disiplin dan kode etik kepolisian.
 
Polisi yang melakukan tindakan pelanggaran disiplin dan kode etik dapat dilaporkan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian serta terhadap tindak pidana yang dilakukannya dapat dilaporkan ke kantor kepolisian.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua