Ilmu HukumIlmu Hukum
Ini Tarif SIM, STNK dan BPKB Tebaru
Bacaan 8 Menit

PERTANYAAN
Saya memiliki pertanyaan seputar tarif SIM 2025. Apa peraturan terbaru yang menjadi landasan tarif SIM, STNK, dan BPKB? Selain itu, jelaskan berapa tarif tersebut?
Pro

Pusat Data
Koleksi peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan yang sistematis serta terintegrasi
Solusi
Wawasan Hukum
Klinik
Tanya jawab gratis tentang berbagai isu hukum
Berita
Informasi dan berita terkini seputar perkembangan hukum di Indonesia
Jurnal
Koleksi artikel dan jurnal hukum yang kredibel untuk referensi penelitian Anda
Event
Informasi mengenai seminar, diskusi, dan pelatihan tentang berbagai isu hukum terkini
Klinik
Berita
Login
Pro
Layanan premium berupa analisis hukum dwibahasa, pusat data peraturan dan putusan pengadilan, serta artikel premium.
Solusi
Solusi kebutuhan dan permasalahan hukum Anda melalui pemanfaatan teknologi.
Wawasan Hukum
Layanan edukasi dan informasi hukum tepercaya sesuai dengan perkembangan hukum di Indonesia.
Catalog Product
Ada Pertanyaan? Hubungi Kami


Bacaan 8 Menit

Saya memiliki pertanyaan seputar tarif SIM 2025. Apa peraturan terbaru yang menjadi landasan tarif SIM, STNK, dan BPKB? Selain itu, jelaskan berapa tarif tersebut?
Terima kasih atas pertanyaan Anda.
Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran kedua dari artikel dengan judul Ini Tarif SIM, STNK dan BPKB yang Baru, yang dibuat oleh Sovia Hasanah, S.H. dan pertama kali dipublikasikan pada 09 Januari 2017, lalu dimutakhirkan pertama kali pada 15 November 2018.
Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.
Pada dasarnya, biaya penerbitan surat izin mengemudi (“SIM”), surat tanda nomor kendaraan bermotor (“STNK”), dan buku pemilik kendaraan bermotor (“BPKB”) merupakan jenis penerimaan negara bukan pajak (“PNBP”) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia (“Polri”).[1]
Kemudian, perlu diketahui bahwa PNBP adalah pungutan yang dibayar oleh orang pribadi atau badan dengan memperoleh manfaat langsung maupun tidak langsung atas layanan atau pemanfaatan sumber daya dan hak yang diperoleh negara, berdasarkan peraturan perundang-undangan, yang menjadi penerimaan pemerintah pusat di luar penerimaan perpajakan dan hibah dan dikelola dalam mekanisme anggaran pendapatan dan belanja negara.[2]
Adapun peraturan terbaru mengenai tarif SIM, STNK dan BPKB dapat ditemukan pada PP 76/2020, yang mengatur tentang jenis dan tarif atas jenis PNBP yang berlaku pada Polri.
Sebagaimana kami sebutkan sebelumnya, merujuk pada Pasal 1 PP 76/2020, jenis PNBP yang berlaku pada Polri meliputi penerimaan dari:
Seluruh PNBP di atas wajib disetor ke kas negara.[3] Berkaitan dengan tarifnya, dapat ditemukan pada Lampiran PP 76/2020.[4] Berikut ulasannya.
Terhadap penerbitan SIM baru, tarif sim mengacu pada Angka I Lampiran PP 76/2020, sebagai berikut:
| No. | Pengujian untuk Penerbitan SIM Baru | Satuan | Tarif (Rupiah) |
| 1 | Penerbitan SIM A | Per penerbitan | Rp120 ribu |
| 2 | Penerbitan SIM B I | Per penerbitan | Rp120 ribu |
| 3 | Penerbitan SIM B II | Per penerbitan | Rp120 ribu |
| 4 | Penerbitan SIM C | Per penerbitan | Rp100 ribu |
| 5 | Penerbitan SIM C I | Per penerbitan | Rp100 ribu |
| 6 | Penerbitan SIM C II | Per penerbitan | Rp100 ribu |
| 7 | Penerbitan SIM D | Per penerbitan | Rp50 ribu |
| 8 | Penerbitan D 1 | Per penerbitan | Rp50 ribu |
| 9 | Penerbitan SIM International | Per penerbitan | Rp250 ribu |
Perpanjangan SIM bayar berapa? Untuk perpanjangan SIM dapat dilihat pada ketentuan Angka II Lampiran PP 76/2020, sebagai berikut:
| No. | Penerbitan Perpanjangan SIM | Satuan | Tarif (Rupiah) |
| 1 | Penerbitan SIM A | Per penerbitan | Rp80 ribu |
| 2 | Penerbitan SIM B I | Per penerbitan | Rp80 ribu |
| 3 | Penerbitan SIM B II | Per penerbitan | Rp80 ribu |
| 4 | Penerbitan SIM C | Per penerbitan | Rp75 ribu |
| 5 | Penerbitan SIM C I | Per penerbitan | Rp75 ribu |
| 6 | Penerbitan SIM C II | Per penerbitan | Rp75 ribu |
| 7 | Penerbitan SIM D | Per penerbitan | Rp30 ribu |
| 8 | Penerbitan D I | Per penerbitan | Rp30 ribu |
| 9 | Penerbitan SIM International | Per penerbitan | Rp225 ribu |
Penerbitan STNK bayar berapa? Untuk STNK, baik penerbitan baru atau perpanjangan dapat dilihat pada Angka IV Lampiran PP 76/2020, sebagai berikut:
| No. | Penerbitan Baru dan Perpanjangan STNK | Satuan | Tarif (Rupiah) |
| 1 | Penerbitan STNK kendaraan bermotor roda 2 atau roda 3 | Per penerbitan | Rp100 ribu |
| 2 | Perpanjangan STNK kendaraan bermotor roda 2 atau roda 3 | Per penerbitan per 5 tahun | Rp100 ribu |
| 3 | Penerbitan STNK kendaraan bermotor roda 4 atau lebih | Per penerbitan | Rp200 ribu |
| 4 | Perpanjangan STNK kendaraan bermotor roda 4 atau lebih | Per penerbitan per 5 tahun | Rp200 ribu |
BPKB bayar berapa? Biaya yang harus dibayar terhadap penerbitan BPKB dan ganti kepemilikan BPKB, diatur dalam Angka VIII Lampiran PP 76/2020, yaitu:
| No. | Penerbitan BPKB | Satuan | Tarif (Rupiah) |
| 1 | BPKB baru kendaraan bermotor roda 2 atau roda 3 | Per penerbitan | Rp225 ribu |
| 2 | Ganti kepemilikan BPKB kendaraan bermotor roda 2 atau roda 3 | Per penerbitan | Rp225 ribu |
| 3 | BPKB baru kendaraan bermotor roda 4 atau lebih | Per penerbitan | Rp375 ribu |
| 4 | Ganti kepemilikan BPKB kendaraan bermotor roda 4 atau lebih | Per penerbitan | Rp375 ribu |
Jadi, ketentuan di atas merupakan ketentuan terbaru tarif SIM, STNK, dan BPKB.
Namun, perlu diingat bahwa dengan pertimbangan tertentu, tarif atas jenis PNBP yang berlaku pada Polri, seperti SIM, STNK, dan BPKB dapat ditetapkan sampai dengan Rp0,00 atau 0%.[5]
Yang dimaksud dengan "pertimbangan tertentu" antara lain penyelenggaraan kegiatan sosial, kegiatan keagamaan, kegiatan kenegaraan, dan pertimbangan karena keadaan di luar kemampuan wajib bayar atau kondisi kahar, serta bagi masyarakat tidak mampu, mahasiswa/pelajar, dan usaha mikro, kecil, dan menengah. Lalu, layanan yang mendapatkan prioritas untuk dikenakan tarif sampai dengan Rp0,00 atau 0% antara lain jenis PNBP berupa penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian.[6]
Baca juga: Syarat Membuat SKCK: Panduan Pembuatan, Biaya, hingga Prosedur
Ketentuan lebih lanjut mengenai besaran, persyaratan, dan tata cara pengenaan tarif sampai dengan Rp0 rupiah atau 0% diatur dengan peraturan Polri.[7]
Perkaya riset hukum Anda dengan analisis hukum terbaru dwibahasa, serta koleksi terjemahan peraturan yang terintegrasi dalam Hukumonline Pro, pelajari lebih lanjut di sini.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
Dasar Hukum:
[1] Lihat Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia (“PP 76/2020”)
[3] Pasal 8 PP 76/2020
[4] Pasal 2 ayat (1) PP 76/2020
[5] Pasal 7 ayat (1) PP 76/2020
[6] Penjelasan Pasal 7 ayat (1) PP 76/2020
[7] Pasal 7 ayat (2) PP 76/2020