Selasa, 17 September 2019

Hukumnya Melarikan Diri Ketika Ditilang Polisi

Hukumnya Melarikan Diri Ketika Ditilang Polisi

Pertanyaan

Saya ditilang oleh petugas Polri ketika mengendarai mobil dengan masuk ke lajur cepat melalui jalur keluar. Alhasil, surat izin mengemudi (SIM) saya ditahan, meskipun surat tanda nomor kendaraan tidak ditahan. Setelah SIM saya ditahan, saya melarikan diri, karena sedang terburu-buru. Apa yang harus saya lakukan untuk mengurusnya dan apa hukumnya ketika saya melarikan diri ketika sedang menerima tilang? Terima kasih.

Intisari Jawaban

Berkendara dengan masuk ke lajur cepat melalui jalur keluar dapat dikategorikan sebagai gaya berkendara yang membahayakan lalu lintas dan angkutan jalan, sehingga dapat ditilang oleh petugas Kepolisian Republik Indonesia (“Polri”). Petugas Polri tersebut berwenang untuk menghentikan kendaraan Anda dan meminta surat-surat keterangan, seperti surat izin mengemudi (“SIM”), untuk kemudian ditindaklanjuti dengan pemberian tilang.
 
Karena melarikan diri saat ditilang, Anda dapat dikategorikan telah mengabaikan perintah petugas Polri. Akibatnya, Anda dapat dijatuhi pidana penjara atau denda. Lebih lanjut, Anda juga berisiko untuk kembali diberikan tilang atau mendapatkan sanksi yang lebih berat karena tetap berkendara di saat SIM Anda ditahan.
 
Penjelasan selengkapnya silakan klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Sigar Aji Poerana mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Padjadjaran pada tahun 2019 dengan peminatan Hukum Internasional.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua