Jumat, 22 November 2019

Ketentuan Renovasi Rumah Ibadat yang Belum Ber-IMB

Ketentuan Renovasi Rumah Ibadat yang Belum Ber-IMB

Pertanyaan

Ayah teman dekat saya menjabat sebagai Ketua Panitia Renovasi Gedung Gereja. Saat ini gereja yang ada sekarang sudah berdiri sejak tahun 1966 dan telah melakukan beberapa renovasi kecil dengan tujuan untuk menambah kapasitas jemaat dalam ibadah. Infonya, gereja tersebut belum punya IMB sejak berdiri. Tapi karena menjadi salah satu pusat ibadah terlama dan jumlah jemaat terbanyak di kotanya, selama ini tidak ada yang mempermasalahkan. Awal tahun ini, gereja tersebut akan merenovasi gedungnya secara besar-besaran. Masalah mulai muncul ketika untuk perubahan bentuk bangunan dalam skala besar, harus ada perubahan IMB-nya. Sedangkan gereja sampai saat ini belum memiliki IMB, mengingat di tahun 1960-1970an belum terlalu "disiplin" untuk proses perizinan. Apalagi saat itu rumah penduduknya masih jarang sekali yang berdekatan. Saat ini perdebatan semakin nyata apalagi bila mengacu dan dikaitkan pada Permen (SKB 2 Menteri) No. 8-9 Tahun 2006. Pertanyaan saya, bagaimana perspektif hukumnya untuk rumah ibadat yang akan direnovasi (bukan bangunan baru)? Apakah tetap mengacu pada peraturan itu, yang salah satunya mewajibkan mendapatkan dukungan paling sedikit 60 orang masyarakat setempat?

Intisari Jawaban

Setiap bangunan gedung, termasuk rumah ibadat wajib memiliki Izin Mendirikan Bangunan (“IMB”). Bagi rumah ibadat yang telah berdiri sebelum diterbitkannya Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat, bupati/walikota membantu memfasilitasi penerbitan IMB untuk rumah ibadat tersebut.
 
Adapun syarat persetujuan 60 orang masyarakat setempat, menurut hemat kami, hanya berlaku bagi pendirian rumah ibadat baru, dan bukan renovasi.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Bernadetha Aurelia Oktavira mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Sebelas Maret pada tahun 2019 dengan peminatan Hukum Perdata.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua