Selasa, 03 Desember 2019

Ketentuan Repatriasi Aset PMA ke Luar Negeri

Ketentuan Repatriasi Aset PMA ke Luar Negeri

Pertanyaan

Menurut Pasal 8 UU 25/2007, setiap investor dapat mentransfer asetnya ke pihak lain yang ia pilih dalam mata uang asing, baik dalam bentuk modal, laba, bunga bank, deviden, dll. Sebuah perusahaan asing kemudian berkeinginan untuk "mengembalikan/repatriasi" aset yang bersumber dari investasi perusahaan tersebut di Indonesia. Apakah ada prosedur khusus yang harus dilakukan selain dari yang telah disebutkan?   Selain itu, untuk transfer dari salah satu bank di Indonesia, bank tersebut telah meminta agar Kementerian Keuangan memberikan otorisasi untuk repatriasi modal tersebut. Apakah prosedur ini betul adanya? Ada peraturanya? Ada undang-undang atau surat edaran tentang pergerakan modal, dibebaskan dari pergerakan modal, repatriasi modal dari investasi, dll?   Bank di Indonesia harus melaporkan semua pergerakan di atas US$10 ribu? Atau 5 ribu? Berapa minimum? Ada batasan aliran modal berdasarkan persentase partisipasi para mitra dalam joint venture?

Intisari Jawaban

Melalui Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, negara memberikan perlindungan hukum kepada penanam modal. Salah satunya berupa dimungkinkannya penanam modal mengalihkan aset yang dimilikinya kepada pihak yang diinginkan oleh penanam modal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penanam modal diberi hak untuk melakukan transfer dan repatriasi dalam valuta asing, di antaranya terhadap modal, keuntungan, bunga bank, deviden, pendapatan lain, dan sebagainya.
 
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses transfer dan repatriasi aset penanam modal asing tersebut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Easybiz
MITRA : Easybiz
Bisnis menjadi mudah
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua