Jumat, 17 January 2020

Bolehkah Menikah Hanya Untuk Membuat Akta Kelahiran Anak, Kemudian Bercerai?

Bolehkah Menikah Hanya Untuk Membuat Akta Kelahiran Anak, Kemudian Bercerai?

Pertanyaan

Teman saya laki-laki berusia 21 tahun baru saja putus dengan pacarnya, seorang perempuan berusia 20 tahun. Tiga hari sebelum memutuskan hubungan, pihak perempuan meminta agar si laki-laki mengawini dan mengeluarkan sperma di rahim si perempuan karena ia beralasan sudah minum pil KB. Beberapa hari setelah putus si perempuan memeriksakan kandungannya dan hasilnya positif hamil. Setelah ditelisik ternyata perempuan ini tidak rutin mengonsumsi pil KB. Beberapa hari kemudian dia dan keluarganya meminta pertanggungjawaban untuk dinikahi supaya mendapatkan akta dari ayah kandungnya dan tidak mengharapkan materi dari pihak laki-laki. Apakah pihak laki-laki wajib membuatkan akta untuk anaknya? Bila membuat perjanjian di notaris untuk menikahi si perempuan dan membuatkan akta lalu mereka cerai dan setelah cerai anak dan perempuan tersebut tidak akan mendapatkan materi apapun dari pihak laki-laki, apa cara ini bisa dilakukan? Adakah pasal yang menjerat si perempuan tersebut?

Intisari Jawaban

Pasal 27 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan mewajibkan setiap anak yang lahir di Indonesia untuk dilaporkan dan dicatatkan kelahirannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal tersebut berlaku bagi anak yang lahir dari perkawinan yang sah maupun anak luar kawin. Sekalipun, ayah biologisnya pada dasarnya tidak wajib dicantumkan dalam akta kelahiran.
 
Adapun perjanjian untuk menikah hanya untuk mengurus akta kelahiran anak, kemudian bercerai, tidak dapat dilakukan. Perjanjian tersebut bertentangan dengan salah satu syarat sah perjanjian dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) yaitu “suatu sebab yang tidak terlarang”.
 
Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua