Aksi Jemput Paksa Terduga COVID-19 Tanpa Tahu Hasil Swab Test

Bacaan 7 Menit
Aksi Jemput Paksa Terduga COVID-19 Tanpa Tahu Hasil <i>Swab Test</i>
Pertanyaan

Saya punya anggota keluarga yang sudah menjalani swab test, hasilnya belum keluar. Lalu datang petugas kesehatan dan aparat menjemput paksa anggota keluarga saya itu untuk dikarantina di rumah sakit. Alasannya karena sudah ada surat pemberitahuan bahwa ia positif COVID-19 dari hasil tes. Padahal surat dari dinas saat penjemputan paksa itu tidak dilampiri dengan salinan/asli hasil pemeriksaan. Saya ingin bertanya: 1. Apakah surat dari dinas tersebut bisa dijadikan dasar bahwa ia dinyatakan positif? 2. Apakah penjemputan paksa bertentangan dengan hukum? 3. Anggota keluarga saya tidak setuju dijemput paksa, tapi malah diancam akan dipersulit dalam segala hal oleh petugas, terutama untuk akses kesehatan. Apakah ancaman ini bisa dipidanakan?

Intisari Jawaban

Hasil dari swab test membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari serta hanya tersedia di rumah sakit dengan biosafety cabinet dan sampelnya diperiksa di laboratorium Biosafety Level (BSL) II.

 

Hasil dari swab test dapat diartikan sebagai bentuk rekam medis yang berhak pasien terima ataupun setidak-tidaknya surat dari dinas melampirkan hasil itu.

 

Sedangkan ancaman dari petugas yang menyatakan akan mempersulit anggota keluarga Anda dalam segala hal, terutama untuk akses kesehatan adalah bertentangan dengan hukum dan petugas tersebut dapat dituntut secara pidana.

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.