Laporkan ke Sini Jika Lurah Minta Komisi Lebih untuk AJB

Bacaan 6 Menit
Laporkan ke Sini Jika Lurah Minta Komisi Lebih untuk AJB
Pertanyaan

Maaf sebelumnya, saya tidak mengerti hukum sepenuhnya. Orang tua saya akan bertransaksi rumah, dan dalam pengurusan AJB bahwa lurah A meminta komisi 10% yang dikatakan bahwa peraturan daerah (katanya) dan hanya di dalam kelurahan tersebut, sedangkan dalam kelurahan saya saat ini dalam pengurusan surat-surat tidak ada pemungutan (hanya seikhlasnya), apakah benar adanya komisi tersebut? Sedangkan saya membaca dalam artikel (Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2016 bahwa Pejabat Pembuat Akta (PPAT) dan Pejabat Pembuat Akta Sementara (PPATS) serta saksi biayanya tidak boleh melebihi 1 persen). Apakah dalam komisi tersebut benar adanya dan lurah tersebut melakukan pungli? Mohon jawabannya. Terima kasih.

 

Intisari Jawaban

Sebelumnya kami asumsikan bahwa lurah tersebut menjadi saksi. Atas jasanya sebagai saksi dalam akta jual beli tanah (“AJB”), Lurah dapat menerima uang jasa (honorarium) maksimal 1% dari harga transaksi yang tercantum di dalam akta, sebagaimana diatur Pasal 32 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 Tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (“PP 24/2016”).

Dalam hal Lurah meminta imbalan lebih dari yang disebutkan dari PP di atas, patut diduga bahwa yang bersangkutan telah melakukan pungutan liar. Atas perbuatannya, pelaku berpotensi dijerat pidana dan hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kemudian apa saja upaya yang dapat dilakukan oleh Anda?
 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.