Status Rumah yang Dibeli dengan Uang Hasil Menjual Harta Bawaan

Bacaan 3 Menit
Status Rumah yang Dibeli dengan Uang Hasil Menjual Harta Bawaan
Pertanyaan

Dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 35 ayat (2) berbunyi harta bawaan dari masing-masing suami dan istri dan harta benda yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan, adalah di bawah penguasaan masing-masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain. Yang menjadi pertanyaan saya: 1) Kami (suami-istri) beragama Islam telah menikah tahun 2016 tanpa penjanjian pranikah. Istri memperoleh warisan orang tua yang telah meninggal. Karena warisan dalam bentuk rumah besar, maka rumah tersebut dijual dan uang hasil penjualan dibagi keseluruh ahli waris termasuk istri saya. Dengan uang tersebut, di tahun 2021 ini, istri akan membeli rumah. Dari pemahaman saya secara de facto/perspektif agama, rumah tersebut menjadi milik istri. Sedangkan dalam perspektif hukum perdata Indonesia rumah tersebut menjadi harta bersama (suami-istri). Apakah benar pernyataan saya ini? Lalu bagaimana solusinya agar harta tersebut tetap menjadi milik istri? 2) Saya (suami) memiliki harta rumah di Bekasi sebelum pernikahan berlangsung. Saya berencana memindahkan aset rumah saya (menjual rumah di Bekasi). Dalam perspektif hukum perdata di Indonesia, apakah rumah baru yang akan saya beli akan menjadi harta bersama (suami-istri)? Bagaimana solusinya agar harta rumah tersebut tetap menjadi milik saya (suami) karena secara de facto memang uang tersebut saya peroleh sebelum pernikahan? 3) Dengan adanya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015 tahun 2015, perjanjian perkawinan tak lagi dimaknai sebagai hanya sebagai perjanjian yang dibuat sebelum perkawinan (prenuptial agreement), tetapi juga bisa dibuat setelah perkawinan berlangsung (postnuptial agreement) untuk memisahkan harta suami dan istri yang benar menurut hukum? Dan kantor notaris mana yang bisa kami hubungi? Terima kasih.

Intisari Jawaban

Berdasarkan Kompilasi Hukum Islam (“KHI”), pada dasarnya tidak ada percampuran antara harta suami dan harta istri karena perkawinan. Harta bawaan suami dan/atau istri dan harta yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan adalah di bawah penguasaan masing-masing, sepanjang para pihak tidak menentukan lain dalam perjanjian perkawinan.

Lalu, bagaimana status rumah yang dibeli ketika perkawinan berlangsung namun dibeli dengan uang jatah warisan atau harta bawaan?

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Punya Masalah Hukum Yang Sedang Dihadapi?
Mulai dari Rp 30.000
Powered By Justika