BisnisBisnis
Izin Mendirikan Kafe dengan Chef WNA

PERTANYAAN
Saya ingin membuka kafe sederhana, apa saja syarat mendirikan kafe yang diperlukan? Bagaimana kalau tiba-tiba saya ingin mempekerjakan seorangchefasing dari luar negeri?
Pro

Pusat Data
Koleksi peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan yang sistematis serta terintegrasi
Solusi
Wawasan Hukum
Klinik
Tanya jawab gratis tentang berbagai isu hukum
Berita
Informasi dan berita terkini seputar perkembangan hukum di Indonesia
Jurnal
Koleksi artikel dan jurnal hukum yang kredibel untuk referensi penelitian Anda
Event
Informasi mengenai seminar, diskusi, dan pelatihan tentang berbagai isu hukum terkini
Klinik
Berita
Login
Pro
Layanan premium berupa analisis hukum dwibahasa, pusat data peraturan dan putusan pengadilan, serta artikel premium.
Solusi
Solusi kebutuhan dan permasalahan hukum Anda melalui pemanfaatan teknologi.
Wawasan Hukum
Layanan edukasi dan informasi hukum tepercaya sesuai dengan perkembangan hukum di Indonesia.
Catalog Product
Ada Pertanyaan? Hubungi Kami



Saya ingin membuka kafe sederhana, apa saja syarat mendirikan kafe yang diperlukan? Bagaimana kalau tiba-tiba saya ingin mempekerjakan seorangchefasing dari luar negeri?
Terima kasih atas pertanyaan Anda.
Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran kedua dari artikel dengan judul Izin Mendirikan Café dengan Chef Warga Negara Asing yang pertama kali dipublikasikan pada 11 November 2016, dan dimutakhirkan kedua kali pada 14 Juni 2023.
Simak panduan mengurus izin usaha di Easybiz. Untuk solusi terbaik pendirian dan perizinan usaha, dapatkan konsultasi gratis di sini atau melalui [email protected].
Perlu diketahui bahwa untuk mendirikan suatu usaha, termasuk kafe diperlukan adanya penerapan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (“PBBR”).
Penyelenggaraan PBBR secara khusus diatur dalam PP 28/2025. Berdasarkan Pasal 4 ayat (2) PP 28/2025, untuk melakukan kegiatan usaha pelaku usaha wajib memiliki perizinan berusaha (“PB”) yang baru diperoleh setelah pelaku usaha melakukan pemenuhan persyaratan dasar terlebih dahulu (kecuali diatur lain).
Lebih lanjut, PB dilakukan berdasarkan penetapan tingkat risiko dan peringkat skala usaha kegiatan usaha, yang merupakan hasil dari analisis risiko.[1] Adapun tingkat risiko dan peringkat skala usaha kegiatan usaha, ditetapkan menjadi:[2]
PB untuk kegiatan usaha dengan tingkat risiko ini berupa Nomor Induk Berusaha (“NIB”) yang merupakan identitas pelaku usaha sekaligus legalitas pelaksanaan kegiatan usaha.[3]
PB untuk kegiatan usaha dengan tingkat risiko ini berupa NIB dan sertifikat standar.[4] Menurut Pasal 131 ayat (2) PP 28/2025 sertifikat standar ini merupakan legalitas untuk melaksanakan kegiatan usaha dalam bentuk pernyataan pelaku usaha untuk melakukan kegiatan standar usaha dalam rangka melakukan kegiatan usaha.
Sama seperti tingkat risiko menengah rendah, PB untuk kegiatan usaha tingkat risiko menengah tinggi adalah NIB dan sertifikat standar.[5] Bedanya, sertifikat standar pada tingkat ini merupakan sertifikat standar pelaksanaan kegiatan usaha yang diterbitkan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, administrator kawasan ekonomi khusus (“KEK”), dan/atau badan pengusahaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (“KPBPB”) sesuai dengan kewenangan masing-masing berdasarkan hasil verifikasi pemenuhan standar pelaksanaan kegiatan usaha oleh pelaku usaha.[6]
PB untuk kategori tingkat risiko tinggi adalah NIB dan izin yang merupakan persetujuan pemerintah pusat/daerah, administrator KEK, dan/atau badan pengusahaan KPBPB untuk pelaksanaan kegiatan usaha yang wajib dipenuhi pelaku usaha sebelum melaksanakan kegiatan usahanya, melalui sistem OSS.[7]
Selanjutnya, untuk izin usaha kafe atau rumah minum dapat menggunakan kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) 56303 yang menurut Lampiran Peraturan BPS 7/2025 (hal. 354) sebagai berikut:
Kelompok ini mencakup penyediaan utamanya minuman, baik panas maupun dingin, yang dikonsumsi di tempat usahanya, bertempat di sebagian atau seluruh bangunan permanen, baik dilengkapi dengan peralatan/perlengkapan untuk proses pembuatan dan penyimpanan maupun tidak.
Lalu, dijelaskan dalam Lampiran I.L – Perizinan Berusaha Sektor Pariwisata PP 28/2025 (hal. I.L.41). PB KBLI 56303 terbagi berdasarkan skala usahanya antara mikro dan kecil, menengah, serta besar.
Untuk kafe dengan skala usaha mikro, kecil, menengah, dan besar dengan tingkat risiko menengah rendah. Maka PB yang diperlukan adalah NIB dan sertifikat standar. Selain itu, terdapat PB UMKU yang wajib dimiliki berupa sertifikat laik hygiene sanitasi (“SLHS”) dan surat keterangan penjualan langsung minuman beralkohol (“SKPL”) A atau B dan C. Selain itu, kegiatan usaha kafe memiliki kewajiban untuk:
Menjawab pertanyaan Anda tentang syarat mempekerjakan chef asing, kami sampaikan bahwa pada dasarnya, chef asing yang Anda maksud merupakan Tenaga Kerja Asing (“TKA”), yakni Warga Negara Asing (“WNA”) pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah Indonesia.[8]
Sebagaimana definisi tersebut, syarat utama menjadi TKA yaitu WNA harus memiliki visa. Jenis visa yang diperlukan TKA untuk bekerja di Indonesia adalah Visa Tinggal Terbatas (“Vitas”) yang didapatkan melalui permohonan.[9]
Kemudian, setiap TKA yang dipekerjakan oleh pemberi kerja TKA harus:[10]
Selengkapnya mengenai syarat TKA yang bekerja di Indonesia dapat Anda baca pada artikel Syarat Tenaga Kerja Asing Bisa Bekerja di Indonesia.
Perlu diketahui bahwa semua aktivitas usaha dengan aktivitas penyedia makanan di bangunan tetap, mencakup kafe, yang hendak mempekerjakan chef berkewarganegaraan asing, wajib memiliki pengesahan izin mempekerjakan TKA yang berupa Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (“RPTKA”) yang disahkan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk.[11]
Pengesahan RPTKA terdiri atas:[12]
Lebih lanjut, untuk mendapatkan pengesahan RPTKA yang dibutuhkan, Anda dapat menggunakan layanan daring berikut.[13]
Perkaya riset hukum Anda dengan analisis hukum terbaru dwibahasa, serta koleksi terjemahan peraturan yang terintegrasi dalam Hukumonline Pro, pelajari lebih lanjut di sini.
Demikian jawaban dari kami terkait syarat mendirikan kafe sebagaimana ditanyakan, semoga bermanfaat.
Dasar Hukum:
Referensi:
[1] Pasal 124 ayat (1) dan (2) Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (“PP 28/2025”)
[2] Pasal 128 PP 28/2025
[3] Pasal 130 PP 28/2025
[4] Pasal 4 ayat (4) PP 28/2025
[5] Pasal 132 ayat (1) PP 28/2025
[6] Pasal 132 ayat (2) PP 28/2025
[7] Pasal 133 ayat (1) dan (2) PP 28/2025
[8] Pasal 1 angka 1 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2021 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (“Permenaker 8/2021”) dan Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2021 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (“PP34/2021”)
[9] Pasal 33 ayat (1) huruf a Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 22 Tahun 2023 tentang Visa dan Izin Tinggal
[10] Pasal 4 Permenaker 8/2021
[11] Pasal 2 Permenaker 8/2021
[12] Pasal 16 jo. 17 PP 34/2021
[13] Pasal 38 Permenaker 8/2021