Senin, 30 September 2013
22 Universitas Adu Kemampuan di Bussiness Law Competition
Ada yang langsung pasang target juara. Tapi persaingan cukup ketat.
HRS
Dibaca: 3552 Tanggapan: 0
22 Universitas Adu Kemampuan di Bussiness Law Competition
Foto: www.humas.ui.ac.id

Salah satu ajang kompetisi tahunan peminatan hukum bisnis di Fakultas Hukum Universitas Indonesia kembali digelar, Business Law Competition (BLC). Tampaknya, BLC dari tahun ke tahun semakin diminati mahasiswa. Terbukti, untuk The 4th Business Law Competition Tahun 2013 diikuti oleh 22 universitas di seluruh Indonesia.

Dari wilayah Pulau Sumatera tercatat Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Jambi (UNJA), dan Universitas Nommensen Medan. Lalu, dari wilayah Jabodetabek, turut berpartisipasi antara lain Universitas Atmajaya, Universitas Trisakti, Universitas Tarumanegara (UNTAR), Universitas Bina Nusantara, Universitas Jayabaya, Universitas Esa Unggul,Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, dan Universitas Indonesia (UI) selaku tuan rumah.

Partisipan dari Pulau Jawa lainnya antara lain Universitas Parahyangan (Unpar), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Semarang, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Kristen Maranatha, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Surabaya, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Padjajaran (Unpad), dan UPH Surabaya.

Ketua Pelaksana The 4th BLC, Sofiah Kusuma Wardani menyatakan ada tiga ajang yang diperlombakan, yaitu Legal Opinion (LO), Battle of Brain (BoB), dan Negotiation and Contract Drafting (Condraft). Tiap-tiap cabang, universitas hanya diperbolehkan mengirimkan dua delegasi dengan komposisi yang berbeda, yaitu 1 peserta per tim untuk LO, 2 peserta per tim untuk BoB, dan 6 peserta per tim untuk Condraft.

Meskipun UI bertindak sebagai tuan rumah dan peserta, Sofiah menjamin penjurian akan dilakukan secara adil. Bahkan, identitas para juri saja masih dirahasiakan. Tak seorang peserta pun mengetahuinya.

“Kita jurinya mandiri, tidak ada yang dari UI. Bahkan, identitas peserta (dari UI, red) dan juri saja sifatnya rahasia,” tutur Sofiah usai opening ceremony The 4th BLC di FHUI, Jumat (27/9).

Targetkan Juara I
Putri Meisita, salah satu delegasi UI untuk Contract Drafting, menyatakan timnya harus berjuang keras demi mempertahankan gelar juara yang dipegang UI pada tahun sebelumnya. Satu tim UI lagi telah gugur di babak penyisihan. Sehingga, tim Putri harus menyingkirkan 5 tim lain di babak final untuk menyabet gelar. Lima tim tersebut berasal dari UIN Sunan Kalijaga, Unpar, Unika Atmajaya, dan Unpad Bandung (2 tim).

Putri menolak anggapan bahwa tim FHUI mengalami kemunduran untuk cabang ini. Meskipun di tahun The 3rd BLC UI menyabet Juara I, II, dan III untuk cabang Contract Drafting ini, hal tersebut bukan penentu kemunduran. Kala itu, panitia tidak membatasi jumlah tim yang boleh ikut serta di cabang ini. Sekarang, panitia hanya mengizinkan dua tim untuk satu universitas.

Kemungkinan lainnya adalah, sambung Putri, tim-tim lain telah belajar dari pengalaman. Sehingga, tim-tim tersebut memperkuat dirinya dengan meminta bimbingan dari pengajar atau praktisi. Kendati demikian, Putri dan rekan-rekannya tak gentar. “Meskipun kami tak dibimbing secara khusus dan mempersiapkannya sendirian, target kami adalah Juara I,” ucapnya usai technical meeting, Jumat (27/9).

Gelar juara tidak hanya menjadi incaran tim UI. Tim dari Universitas Padjajaran juga hasrat yang sama. Pridana Dicky Santoso, salah satu peserta Contract Drafting, justru ingin merebut kembali gelar juara tersebut. Rupanya, Unpad pernah menjadi Juara I dan III untuk Contract Drafting pada saat The 2nd BLC. “Kami akan merebut kembali gelar juara tersebut,” ujarnya di FHUI, Jumat (27/9).

Keinginan tersebut terlihat dari masuknya dua tim dari Unpad. Ketika ditanyakan siapa saingan terberat, Pridana mengatakan semuanya kuat, termasuk UI. Pridana menambahkan UI sebagai salah satu uinversitas terbaik dan terkemuka telah membuat tim Unpad semakin terpacu untuk memberikan yang terbaik bagi kampusnya.

Kabar mengejutkan datang dari UIN Sunan Kalijaga. Baru pertama kali mengikuti kompetisi sudah langung menjadi finalis. Meskipun baru pertama kali dan sempat tak percaya diri, UIN Sunan Kalijaga juga tak tanggung-tanggung menaruh target. Tim UIN Sunan Kalijaga juga ingin memboyong pulang tropiJuara I.

“Sempat minder juga karena penampilan tim lain sudah kayak businessman banget. Tapi oh ya, kita ingin menang donk,” ucap Nur Sulaiha, didampingi Proborini Hastuti, delegasi dari UIN Sunan Kalijaga.

Jika UIN Sunan Kalijaga langsung pasang target menang meskipun baru pertama kali, tidak demikian halnya dengan UPH Surabaya. Walaupun sudah tiga kali mengikuti BoB, UPH Surabaya hanya menargetkan masuk tiga besar.

Wacana tersebut timbul lantaran UPH Surabaya melihat ada dua saingan berat dalam kompetisi cerdas cermat hukum ini, yaitu dari UGM Yogyakarta dan Universitas Tarumanegara. Kendati demikian, UPH Surabaya akan memberikan perlawanan yang berarti bagi dua kampus tersebut, yaitu telah mengupas dan mempelajari model-model soal tahun lalu serta melatih kecepatan tim dalam memencet bel saat menjawab pertanyaan dari panitia.

“Persiapan kita telah matang karena telah lebih tahu medannya. Kita telah mempelajari model-model pertanyaanya,” pungkas official tim UPH Surabaya, Rena Zefania Ritonga dalam kesempatan yang sama.

Belum ada tanggapan
NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.