Ada Tudingan “Setting-an” Otto, Ini Jawaban Fauzie
Pemilihan Ketum PERADI

Ada Tudingan “Setting-an” Otto, Ini Jawaban Fauzie

Sama-sama satu marga, tetapi beda agama.

Ali
Bacaan 2 Menit
Ketum DPN PERADI 2015-2020 Fauzie Yusuf Hasibuan (Kiri). Foto: RES.
Ketum DPN PERADI 2015-2020 Fauzie Yusuf Hasibuan (Kiri). Foto: RES.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI) terpilih Fauzie Yusuf Hasibuan menjawab tudingan selentingan desas-desus bahwa kemenangan dirinya di Musyawarah Nasional (Munas) PERADI adalah “setting-an”.

Menurutnya, orang yang berencana untuk menang, lalu kemudian menang dalam proses pemilihan, merupakan hal yang wajar. “Itu sah-sah saja. Kecuali kalau ada orang yang menang, tetapi dia nggak ada rencana untuk menang, itu baru tidak wajar,” ujarnya ketika menjawab pertanyaan wartawan mengenai isu tersebut di Pekanbaru, Sabtu (13/6).

“Anda percaya nggak kalau Jokowi itu di-setting dari luar?” tukasnya.

Fauzie mengakui bila memang ada kesamaan antara dirinya dengan Otto, yakni sama-sama bermarga Hasibuan. “Kami sama-sama satu marga. Tapi dari segi agama kami berbeda, Pak Otto Kristen, saya Islam,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fauzie tak mau ambil pusing dengan tudingan yang ada. Ia mengatakan tidak semua KKN itu sifatnya buruk. “KKN boleh aja asal tujuan yang baik. Itu sah-sah saja. Jokowi saja banyak menterinya yang orang Jawa,” tukasnya lagi.

Ditemui terpisah, Otto mengatakan tuduh-menuduh dalam sebuah pemilihan merupakan hal biasa. “Ada yang menang, dan ada yang kalah tidak puas. Itu biasa saja. Sama kayak di Pengadilan. Yang kalah biasanya menuduh hakimnya tidak fair,” ujarnya.

Otto menegaskan bahwa proses pemilihan sudah berjalan sesuai dengan aturan yang disepakati bersama. “Itu sudah ada kesepakatan dan yang memilih utusan-utusan yang mempunyai hak suara,” tambahnya.

Bahkan, lanjut Otto, pihak panitia mendokumentasikan ketika seseorang akan memilih salah satu calon untuk mencegah bantahan di kemudian hari. “Saya pun ketika memilih (salah satu calon,-red), difoto. Saya tanya, ‘Ini untuk apa?’ Panitia bilang itu untuk bukti bahwa utusan sudah memilih,” ujarnya.

Berdasarkan catatan hukumonline, tudingan bahwa Fauzie ada dibawah bayang-bayang Otto sudah mulai terdengar saat kampanye para caketum PERADI. Kala itu, Fauzie hanya merespon dengan santai tudingan tersebut. “Isu saya tak bisa lepas dari Pak Otto adalah black campaign, kita bukan anak-anak lagi,” ujarnya.

Sebagai informasi, proses pemilihan Ketum DPN PERADI dalam Munas ini memang berlangsung dalam kondisi darurat. Pasalnya, sejumlah pihak yang menolak agar pelaksanaan Munas ini digelar masih menduduki hotel pelaksanaan Munas. Alhasil, pemilihan pun dilakukan dengan cara dari kamar ke kamar para peserta Munas.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info