Selasa, 27 February 2018
3 Usulan Komnas HAM Kepada Kapolri
Polri lembaga yang paling banyak diadukan masyarakat ke Komnas HAM.
Ady Thea DA
0

Upaya penegakan HAM yang dilakukan Komnas HAM perlu didukungan semua pihak, terutama aparat penegak hukum. Polri salah satu lembaga yang penting bagi penegakan hukum dan HAM. Komisioner Komnas HAM, Muhammad Choirul Anam, mengatakan dalam beberapa kurun waktu terakhir Polri merupakan lembaga yang paling banyak diadukan masyarakat ke Komnas HAM.

 

Pada tahun 2017 Komnas HAM menerima 1.162 kasus, dari jumlah itu sebanyak 506 kasus berkaitan dengan kepolisian, 168 korporasi dan 138 pemerintah daerah. Dari ratusan pengaduan yang menyasar kepolisian itu paling banyak menyangkut keterlambatan pengurusan kasus di kepolisian. "Walau paling banyak diadukan masyarakat tapi Polri lembaga yang paling responsif merespon surat yang dilayangkan Komnas HAM," kata Anam ketika dihubungi, Senin (19/2).

 

Akhir pekan lalu Kapolri, Tito Karnavian, bertamu ke kantor Komnas HAM untuk bersilaturahmi dengan komisioner. Dalam kesempatan itu komisioner Komnas HAM menyampaikan perihal karakter pengaduan masyarakat yang diterima Komnas HAM. Selain itu mengusulkan sejumlah ide kerjasama antar kedua lembaga.

 

Anam menyebut sedikitnya ada 3 usulan Komnas HAM krpada Polri yang disampaikan dalam pertemuan itu. Pertama, membentuk tim yang beranggotakan Komnas HAM dan Mabes Polri untuk menangani kasus yang berkaitan dengan HAM. Kedua, melakukan respon cepat terhadap kasus di daerah guna mencegah kekerasan agar tidak berlanjut. Itu bisa dilakukan dengan menjalin komunikasi aktif antar kedua lembaga melalui personal in charge (PIC) dari masing-masing lembaga.

 

Ketiga, Komnas HAM mengusulkan agar dilakukan pertemuan reguler dengan Mabes Polri untuk merespon pengaduan masyarakat yang masuk ke Komnas HAM. Tak ketinggalan Komnas HAM melempar wacana kepada Kapolri agar kedua institusi itu membuat penilaian bersama terhadap aparat kepolisian. Tujuannya untuk memberi penghargaan kepada kepolisian yang mendorong upaya penghormatan, perlindungan, pemajuan, dan penegakan HAM. Anam melihat Kapolri menyambut baik usulan Komnas HAM.

 

Dalam keterangan pers, Tito mengatakan kunjungannya ke kantor Komnas HAM dalam rangka silaturahmi, mengingat komisioner Komnas HAM baru menjabat. Dia juga berharap ada kerjasama dan hubungan baik antar kedua lembaga.

 

Kunjungan ini tidak berarti ada kongkalikong antara Polri dan Komnas HAM atau meng-kooptasi peran masing-masing. Kita sangat memahami tugas dan fungsi masing-masing. Inti pertemuan ini adalah mempermudah koordinasi antar dua lembaga. Oleh karena itu saya juga membawa jajaran Polri ke sini al. Karo Multimedia, Kadivkum, Kabareskrim dan KadivPropam sehingga Komnas HAM memiliki akses langsung apabila harus berelasi dengan wilayah kerja masing-masing pemegang otoritas, supaya lebih cepat dan tidak terhambat birokrasi,” papar Tito.

 

Mengenai pertemuan reguler antara Komnas HAM dan Polri, Tito mengatakan sepakat terhadap usulan itu. Pertemuan reguler itu diharapkan bakal menjadi forum komunikasi dan koordinasi untuk membangun sinergi terkait pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing institusi. Begitu pula soal penghargaan bagi jajaran kepolisian yang memberikan kontribusi positif terhadap penghormatan, perlindungan, pemajuan, dan penegakan HAM.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.