Senin, 30 April 2018
MPR Gelar Festival Pendidikan Pancasila
Rofiq Hidayat
0

Membumikan ideologi Pancasila ke generasi muda tak hanya cukup sosialisasi empat pilar yang selama ini dilakukan MPR. MPR pun bakal menggelar Festival Pendidikan Pancasila. Hal itu ditegaskan Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR, Ma’ruf Cahyono kepada wartawan di Gedung MPR, Senin (30/4/2018).

 

“Kami akan mengadakan festival pendidikan pancasila di Gedung Nusantara V komplek parlemen Senayan,” ujarnya.

 

Menurutnya, festival tersebut digelar bekerja sama dengan Kaukus Pancasila DPR, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan Yayasan Cahaya Guru. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukan komitmen MPR terhadap pentingnya menanamkan ideologi Pancasila terhadap generasi muda, khususnya siswa dan siswi sekolah. “Membumikan Pancasila  membentuk karakter bangsa melalui dunia pendidikan,” ujarnya.

 

MPR pun telah melakukan kajian dan riset serta memilih 12 sekolah tingkat SMP dan SMA di pulau Jawa dan Sumatera. Ada 12 sekolah yang telah mempraktikan Pancasila yang dijadikan sumber inspirasi bagi kalangan sekolah lain. MPR, kata Mar’ruf, berharap melalui festival pendidikan dapat memberi dampak positif terhadap replikasi dan duplikasi maupun adopsi oleh sekolah-sekolah lain di Indonesia.

 

Anggota Kaukus Pancasila DPR, Eva Kusuma Sundari mengatakan melalui festival tersebut dapat berdampak terhadap siswa dan guru, kemudian diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan begitu dapat dilakukan kerja-kerja moral dan mendapat respon positif.

 

“Intinya dengan festival ini merangkul semua. Dan kita akan lakukan deklarasi komitmen Pancasila di sekolah. Jadi saya ingin advokasi sebagai sumbangan pendidikan Pancasila di sekolah,” ujar anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP ini.

 

Deputi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Soni Suharso menilai berpendapat penanaman dan membumikan Pancasila tak hanya selesai di ruang-ruang seminar dan kelas. Karena itu, program penanaman ideologi Pancasila mesti terus bergerak dengan berbagai kegiatan lain. Sasarannya adalah kelompok yang fokus pada bidang pendidikan.

 

“Dari hasil survei-survei, ada kecenderungan berkuranganya pemahaman generasi muda terhadap Pancasila. Tetapi yang terpenting adalah gurunya terlebih dahulu. Mulai Paud sampai pendidikan tinggi,” ujarnya.

 

Menurutnya, guru-guru di sekolah mesti memiliki cara pandang kebhinekaan. Sebab pendidikan yang diperoleh siswa dan siswi di sekolah bermula dari keilmuan yang dimiliki oleh guru, khususnya tentang nilai-nilai Pancasila. “Kalau Indonesia mau maju, maka harus bersatu,” katanya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.