75 Tahun Bilateral Indonesia-Tiongkok, STIH Adhyaksa Gaungkan Kolaborasi Hukum dan Kebudayaan
Terbaru

75 Tahun Bilateral Indonesia-Tiongkok, STIH Adhyaksa Gaungkan Kolaborasi Hukum dan Kebudayaan

Kegiatan ini mendukung terwujudnya hubungan yang sehat dan produktif antara Indonesia dan Tiongkok.

Willa Wahyuni
Bacaan 3 Menit

Bagi Hasbullah, kegiatan ini mendukung terwujudnya hubungan yang sehat dan produktif antara Indonesia dan Tiongkok. Melalui seminar dan peluncuran buku, para peserta diharapkan dapat menghadirkan dialog yang kritis, ilmiah, sekaligus solutif.

“Memang jika dilihat sekilas, acara ini agak keluar dari core sekolah tinggi hukum. Namun sesungguhnya, kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan kami untuk mengembangkan institusi, dari sekolah tinggi menjadi universitas Adhyaksa. Oleh karena itu, kami tidak hanya membahas hukum, tetapi juga investasi dan kebudayaan,” imbuhnya.

Hasbullah menutup sambutannya dengan harapan seminar ini tidak sekadar menjadi forum pertukaran gagasan semata. Tapi juga melahirkan langkah nyata dalam memperkuat jejaring, mengembangkan riset bersama, serta merumuskan rekomendasi yang bermanfaat untuk penguatan hubungan internasional kedua negara.

Ketua Pusat Kajian Hukum, Kebudayaan, dan Investasi Indonesia-Tiongkok STIH Adhyaksa, Adilla Meytiara menambahkan, lahirnya pusat kajian ini merupakan hasil kerja sama antara STIH Adhyaksa dan Yayasan Nagantara Wiyata Yustisia. Pusat kajian tersebut hadir dengan misi menjadi ruang diskusi akademik sekaligus praktik, tempat berbagai ide riset dan kerja sama dapat dikembangkan secara nyata.

“Diskusi hari ini merupakan bentuk komitmen kami menghadirkan ruang ilmiah yang aplikatif bagi masyarakat,” ujar Adilla.

Hukumonline.com 

Ketua Pusat Kajian Hukum, Kebudayaan, dan Investasi Indonesia-Tiongkok STIH Adhyaksa, Adilla Meytiara. Foto: HFW

Kegiatan ini juga sekaligus memperingati 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok yang sejalan dengan konsep people-to-people exchange. Yakni pertukaran antar warga negara di bidang pendidikan, budaya, hukum, ekonomi, hingga investasi. Konsep ini, diharapkan dapat membuka jalan bagi tumbuhnya rasa saling percaya sehingga kerja sama strategis dapat dibangun lebih kokoh, inklusif, dan berorientasi ke masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan juga peluncuran buku Citra Tiongkok di Mata Indonesia yang dalam rangkaian acara ini dianggap pada momentum yang tepat. Buku tersebut diharapkan menjadi referensi penting dalam memahami budaya Tiongkok serta perspektif masyarakat Indonesia.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info