Di tahun 2026 ini, manusia tidak hanya dihadapkan pada percepatan digitalisasi, tetapi juga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Deniey menganggap AI sudah mengambil alih pekerjaan manusia. “Dampaknya memang tidak hanya jenis-jenis pekerjaan yang supporting lagi, tetapi kepada jenis-jenis pekerjaan yang lebih ke operasional, lebih ke teknis. Misalnya, banyak otomatisasi bahkan otomasi di dalam proses produksi,” jelasnya.
Hal-hal di atas kemudian melatarbelakangi terjadinya PHK baru-baru ini, tidak hanya di sektor teknologi, tetapi juga di sektor-sektor lainnya. “Ini menurut saya sudah alarm yang akan berdampak jangka panjang. Jadi kalau yang 2022 itu kita sebut sebagai cyclical layoff karena dia menyesuaikan dengan business cycle. Tapi, yang saat ini, ini lebih ke structural layoff karena struktur komposisi dari proses produksi itu sudah bergeser ke AI,” ujarnya.
Sementara itu, dari sisi permodalan, kebijakan suku bunga di Indonesia semakin meningkat di tahun 2026, sehingga terjadi pergeseran struktur pembiayaan. Contohnya adalah akuisisi e-commerce oleh perusahaan lainnya. Hal ini dapat dipengaruhi oleh keputusan investor dan penyesuaian preferensi oleh konsumen.
Informalitas Ketenagakerjaan di Indonesia
Perkembangan AI secara tidak langsung mempengaruhi pekerjaan informal. Bagi Deniey, penguasaan pekerja informal terhadap AI bukan hanya akan mempermudah mereka untuk melakukan pekerjaannya, melainkan juga membuka peluang bagi mereka untuk melakukan pekerjaan sampingan.
Hal ini mengingat sektor informal di Indonesia tingkat produktivitasnya cenderung rendah. Rendahnya produktivitas ini memaksa mereka untuk mengambil pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, maka yang harus dilakukan pemerintah adalah fokus pada kemampuan beradaptasi, bukan lagi daya serap kerja. “Dari sisi kebijakan sekarang juga harus bertransformasi, dari fokusnya employability ke adaptability. Dari sisi permintaan juga—tentu kalau saya lebih terbuka—teman-teman yang sudah berinvestasi pendidikan di teknologi, terutama teknologi digital memang mau tidak mau upskilling,” ucapnya.
















