Hary Tanoesoedibjo, Direktur Utama sebuah stasiun televisi swasta Rabu kemarin (4/1) melaporkan Eggy Sudjana ke Polda Metro Jaya. Menurut Juniver Girsang, kuasa hukum Harry, pengaduan ini berkaitan dengan laporan Eggy ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Selasa lalu (3/1).
Dalam laporannya, Eggy menyatakan empat orang dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima mobil Jaguar dari Hary. Mereka yang disebut Eggy menerima mobil mewah buatan Inggris tersebut adalah Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Dino Pati Djalal dan Andi Malarangeng--keduanya juru bicara kepresidenan--serta putra presiden Agus Harymurti
Juniver mengemukakan, tindakan Eggy tersebut telah mencemarkan nama baik kliennya. Sebab, laporan Eggy tidak disertai dengan data dan bukti yang mencukupi dan dilakukan secara terbuka. Selain melaporkan Eggy secara pidana, tidak menutup kemungkinan kami akan melayangkan gugatan keperdataan kepada Eggy, tutur Juniver kepada hukumonline.
Menyikapi laporan Eggy tersebut, Ketua KPK Taufiqurahman Ruki menyatakan tidak bisa menindaklanjutinya. Pasalnya, laporan itu tidak disertai dengan data dan bukti permulaan yang cukup sehingga dianggap tak lebih sekadar rumor. Sikap KPK tersebut, kata Ruki, telah disampaikan kepada Eggy saat Ketua Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) tersebut melapor.
Penyelidikan
Merasa perlu mengklarifikasi lebih jauh persoalan Jaguar ini, kemarin KPK juga menggelar jumpa pers (4/1). Penasihat KPK Abdullah Hehamahua, dan Direktur Penyelidikan KPK Iswan Elmi menegaskan lembaganya tidak bisa menindaklanjuti laporan yang berdasarkan rumor tanpa disertai data dan bukti.
Selain itu, Hehamahua menekankan seminggu sebelum Eggy melaporkan penerimaan mobil mewah itu, KPK sebenarnya telah melakukan penyelidikan terkait dugaan pemberian mobil mewah kepada sejumlah orang terdekat SBY.
Saat ditanya darimana sumber informasinya, Hehamahua menyatakan: Hampir mirip dengan kalian (wartawan, red) kami mendapatkan informasi dari banyak pihak, ujar Hehamahua.
Saat ditanya apa hasil penyelidikan selama seminggu itu, Iswan itu tidak bersedia berkomentar. Hanya saja, KPK menurut Iswan akan tetap menerima info yang dapat dipertanggungjawabkan terkait dengan isu Jaguar tersebut.
















