"Saya minta kepada parpol (menyerahkan daftar jurkamnya) hari Selasa (3/3)," tegas anggota KPU Hamid Awaludin, kepada wartawan di Media Center KPU minggu lalu. Berdasarkan SK KPU No. 701 Tahun 2003, disebutkan bahwa parpol mendaftarkan jurkam menurut tingkatannya.
Dari hasil pendataan Media Center KPU terdapat paling tidak 52 artis yang didaftarkan oleh beberapa parpol menjadi jurkam. Sebagian besar adalah artis ibu kota yang selama ini memang sudah dikenal oleh masyarakat, seperti pemain sinetron Bella Saphira dan penyanyi dangdut Camelia Malik.
Parpol yang paling banyak mengerahkan artis, dari data tersebut, adalah Partai Patriot Pancasila. Parpol pimpinan Yapto Suryosumarmo itu paling tidak mendaftarkan 17 artis sebagai jurkamnya. Selain dua nama di atas, tercatat pula nama-nama artis gaek seperti Rinto Harahap dan Ahmad Albar.
Parpol di urutan ke dua -dilihat dari jumlah jurkam-- adalah Partai Damai Sejahtera. Parpol pimpinan Ruyandi Hutasoit ini rencananya mengerahkan delapan orang artis untuk mensosialisasikan perpolnya pada Pemilu nanti. Di antaranya adalah, penyanyi Edo Kondologit, pasangan artis Jefri Woworuntu dan Ruth Sahanaya, serta artis tampan Ari Wibowo.
Parpol lain yang mengerahkan artis sebagai jurkam antara lain, Partai Demokrat, yang menggaet aktor Roy Marten bersama 5 orang aktor lainnya. Sedangkan mantan penari topeng pada "Angin Malam'-nya RCTI, Melly Zamri, bergabung bersama 5 orang artis lainnya sebagai jurkam perpolnya Wapres Hamzah Haz.
Sementara itu parpol pimpinan Amien Rais mengerahkan tiga orang artis sebagai jurkam. Selanjutnya PKB mengerahkan tiga artis, PDIP dua artis, dan beberapa parpol seperti PNBK, PKS, PKPB hanya mengerahkan satu orang artis.
Data yang disusun oleh Media Centre KPU ini (lihat file attachment) adalah data pertama yang masih bersifat sementara. Pasalnya masih ada beberapa parpol yang belum menyerahkan daftar jurkamnya. Bukan tidak mungkin dalam satu atau dua hari ke depan parpol-parpol tersebut akan menambah daftar artisnya yang menjadi jurkam.
Penarik dukungan
Walaupun mungkin banyak alasan lain yang melatarbelakangi parpol tersebut mengajukan artis sebagai jurkam, satu yang pasti tujuannya adalah menarik simpatisan parpol melalui figur artis tersebut. Diharapkan, penggemar para artis tersebut bisa mengikuti idolanya untuk tergabung dalam parpol tertentu.
Praktek demikian sudah lumrah dilakukan sejak Pemilu-Pemilu terdahulu. Hanya saja mungkin dahulu para artis hanya bernyanyi dan bergoyang bagi salah satu parpol saja. Sejak Pemilu 1999 lalu, para artis sudah tersebar -walau tak merata-- pada puluhan parpol peserta Pemilu.
Parpol-parpol barulah yang sepertinya paling membutuhkan para penarik simpatisan tersebut. Misalnya pada Partai Patriot, mungkin banyak orang kenal siapa itu Yapto Suryosumarmo. Namun sepertinya jauh lebih besar jumlah rakyat yang mengetahui siapa itu Rinto Harahap dan Bella Saphira.
Namun ternyata tidak hanya parpol baru saja yang butuh penarik perhatian. Kabarnya, parpol pimpinan Akbar Tanjung akan mengerahkan lebih dari 200 artis untuk menjadi jurkamnya di seluruh Indonesia. Padahal, sebagian besar masyarakat Indonesia tentu sudah kenal dengan Partai Golkar.
Walau demikian, efektifitas artis tersebut sebagai penarik suara mungkin akan berkurang pada Pemilu nanti. Pasalnya, masyarakat Pemilih sekarang banyak yang tidak memilih parpol berdasarkan artis. Seperti terlihat dari komentar beberapa orang yang ditemui hukumonline.
Dedi, misalnya, tidak melihat siapa artis yang kampanye. Pekerja swasta ini lebih memilih parpol dari siapa tokoh caleg yang dicalonkan. "Paling untuk ngeramein kampanyenya aja," tukasnya. Beberapa orang lainnya yang rata-rata berpendidikan menengah ke atas juga menyatakan hal yang serupa.
















