Bukan Lagi Garda Belakang, In-House Counsel Pemain Kunci di Perusahaan
Utama

Bukan Lagi Garda Belakang, In-House Counsel Pemain Kunci di Perusahaan

Pergeseran peran In-House Counsel ke arah strategis seiring perkembangan, dan kompleksitas transaksi komersial di perusahaan.

Ady Thea DA
Bacaan 3 Menit

“Peran in house counsel mengonfirmasi bahwa bisnis yang berjalan itu bersih dari persoalan hukum,” ujarnya.

Ketika masuk dalam tindakan yang lebih detail seperti negosiasi, Didi melihat banyak kesepakatan yang terlibat dalam pengembangan bisnis itu seperti joint venture agreement, shareholder agreement, anggaran dasar, project financing dan dokumen lain yang diperlukan. In house counsel berperan penting memberikan upaya terbaiknya sehingga bisnis yang sudah diputuskan perusahaan dipastikan terdokumentasi secara rapi dan tak ada kepentingan perusahaan yang luput dari perhatian.

Hukumonline.com

Yusuf Didi Setiarto saat menerangkan beberapa peran kunci in house counsel di perusahaan.Foto: RES

Peran kunci selanjutnya terkait prosedur internal, Didi menjelaskan dalam korporasi modern ada prinsip untuk menjalankan checks and balances, sehingga tidak boleh ada satu pihak yang mengambil keputusan strategis sendirian. Perlu melewati proses review misalnya pada divisi Governance, Risk, and Compliance (GRC) untuk melihat kecocokan antara anggaran dasar, peraturan perundang-undangan, dan potensi risiko.

“Ini menjadi peran kunci fungsi hukum (in house counsel,-red),” urainya.

Tantangan dan regulasi

Dalam menjalankan peran strategisnya, tak jarang in house counsel menghadapi tantangan. Antara lain pandangan yang menilai in house counsel menghambat perkembangan bisnis karena terlalu fokus pada kepatuhan hukum. Didi menyebut peran in house counsel justru memberi ruang lebar bagi divisi bisnis perusahaan tanpa mengorbankan atau mencederai hukum.

Hukumonline.com

Perusahaan menurut Yusuf harus melakukan pembinaan, pendidikan, mengembangkan ilmu dan pengalaman bagi internal counsel. Foto: RES

In house counsel dalam membaca regulasi atau kebijakan jangan sekedar mengandalkan tekstual, tapi harus paham maknanya. Kemahiran in house Counsel harus diasah untuk memberikan solusi terhadap setiap persoalan yang dihadapi perusahaan. Jangan sampai ada persepsi  in house counsel menghambat pengembangan bisnis.

“Kita harus berusaha keras, pada titik tertentu ada titik dimana gerak kita sudah digaris batas dan tidak bisa dilewati,” paparnya.

Selain itu Didi berpendapat tak ada perusahaan yang sempurna menjalankan roda organisasinya. Bisa jadi untuk bidang tertentu perusahaan punya kemampuan yang baik, tapi belum tentu bidang lainnya. Itulah pentingnya peran external counsel, sebagai bala bantuan sementara dikala internal perusahaan belum punya kapasitas mumpuni menangani persoalan spesifik. Atau kadang diperlukan sebagai partner, sehingga bisa objektif.

Secara paralel perusahaan terus melakukan pembinaan, pendidikan, mengembangkan ilmu dan pengalaman bagi internal counsel sehingga memiliki kemampuan yang tadinya tidak dikuasai. Selama ini external counsel lebih banyak digunakan sebagai mitra untuk mempertajam pemahaman internal counsel.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info