Sebanyak tujuh calon Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah menjalani tes wawancara terbuka di Graha Pengayoman, Gedung Kementerian Hukum dan HAM di Jakarta, Kamis (26/9).
"Wawancara terbuka ini dilakukan karena orang ingin tahu siapa calon pejabat. Harapannya dengan proses ini dan panitia seleksi yang kredibel, terpilih Dirjen Pas yang intergritasnya tidak terbeli," kata Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana di Jakarta, Kamis.
Tes wawancara yang dimulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB itu, diikuti peserta Adrianus Eliasta Meliala, Y. Ambeg Paramarta, Moohammad Ghazalie, Rusdianto, F. Haru Tamtomo, Yon Suharyono, dan Handoyo Sudrajat.
Sebanyak tujuh di antara 10 calon diwawancara secara bergantian oleh panitia seleksi, masing-masing sekitar satu jam. Peserta dicecar pertanyaan oleh panitia pelaksana terkait rekam jejak, terobosan atau program, dan hal-hal lain terkait persoalan di Pemasyarakatan.
Tes wawancara terhadap calon Direktur Jenderal Pemasyarakatan itu dilanjutkan Jumat (27/9), dengan tiga calon lain, yakni Makmun, Gunarso, dan I Wayan Sukerta, mulai pukul 08.30 WIB.
Setelah itu, panitia seleksi melakukan rapat koordinasi tentang hasil wawancara yang telah dilakukan dan memilih tiga kandidat.
"Nama-nama tersebut akan diberikan oleh panitia seleksi kepada Menteri Amir Syamsudin pada Senin (1/10) pukul 09.00 WIB," ujar Denny.
Panitia seleksi dipimpin oleh Wamenkum HAM Denny Indrayana dan anggota yang terdiri atas Rektor UIN Komaruddin Hidayat, sosiolog Imam Prasodjo, ahli hukum tata negara Saldi Isra, dan mantan penasihat KPK Abdullah Hehamahua.
Pihak internal terdiri atas Denny, Sekjen Bambang Rantam, Irjen Agus Sukiswo, dan Dirjen HAM Harkristuti Harkrisnowo.
Lelang jabatan itu untuk pertama kalinya. Saat ini, Dirjen Pas dijabat oleh Pelaksana Harian (Plh) Bambang Krisbanu, sementara Dirjan Pas M. Sueb sedang cuti karena sakit.
"Proses pemilihan ini sangat positif. Ini membangun kultur bahwa rekam jejak menjadi sangat penting. Jadi ini pesan juga kepada birokrat kalau mau masuk ke sebuah pimpinan, dilihat kariernya dari awal. Jadi kalau mau jadi pimpinan, dari awal harus rintis itu semua. Ini kan bagus," kata Imam.
Persoalan kompleks di Pemasyarakatan, seperti kelebihan kapasitas, peredaran telepon seluler, narkoba, pungutan liar, dan berbagai kerusuhan menyebabkan seleksi terbuka Dirjen Pemasyarakatan mempunyai nilai strategis.
Sebelum wawancara, panitia seleksi mengumumkan seluruh data dari hasil tes "profile assesment", tes kesehatan, termasuk hasil analisis dari PPATK atas rekening dari masing-masing kandidat dan keluarga intinya. Seluruh data yang terkumpul akan dilengkapi dengan investigasi rekam jejak dari setiap calon.
















