Cindy berkarier sebagai seorang lawyer dengan berbekal kemauan dan keberanian untuk belajar hal baru dan keluar dari zona nyaman. Meskipun lulus S-1 di FH Universitas Pelita Harapan dengan predikat cum laude dan mengemban posisi Senior Associate di firma hukum Hendra Soenardi hanya dalam waktu kurang lebih 4 tahun, Cindy tidak pernah memandang cukup akan pengetahuan dan kemampuannya.
“Saya merasa terus diingatkan bahwa akan selalu ada hal baru yang harus dipelajari,” ungkapnya.
Cindy baru memulai karier di firma hukum DNC Advocates at Work di awal tahun 2019, setelah ia selesai menempuh pendidikan bahasa selama 1 tahun di Hangzhou, Tiongkok. Ia kemudian bergabung denganfirma hukum Hendra Soenardi di akhir tahun 2019. Dalam perjalanannya, Cindy bergelut dalam berbagai bidang, mulai dari General Corporate, Merger and Acquisition, Banking and Finance, Construction, sampai dengan Arbitrase Internasional. Di pertengahan tahun 2022, Cindy menempuh pendidikan S2 bidang hukum di New York University dengan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan kembali dengan tambahan gelar LL.M. in International Business Regulation, Litigation and Arbitration dan posisi Senior Associate di firma hukum Hendra Soenardi.
Meskipun terlihat singkat, nyatanya perjalanan Cindy tidaklah mudah. Tidak dapat dipungkiri wanita dihadapkan dengan tantangan tersendiri dalam berkarier di dunia hukum yang notabene didominasi laki-laki yang kuat di bidangnya. Ia harus membuktikan diri agar tidak dianggap remeh atau dipandang sebelah mata baik oleh kolega, klien maupun counterparty. Oleh karena pandangan yang kerap diasosiasikan pada seorang wanita, ia juga harus lebih berhati-hati dalam mengambil langkah dan keputusan dalam pekerjaan untuk meminimalisir kesalahan. Namun dalam perjuangannya, Cindy tidak berkecil hati. Hal tersebut justru membangkitkan semangatnya untuk terus berkembang sebagai advokat.
Selain tantangan gender, Cindy juga terus dihadapkan dengan tantangan di segi pengetahuan. Hal ini tidak terelakkan khususnya karena ia menggeluti berbagai bidang hukum. Yang terpenting baginya adalah kemauan untuk belajar dan keberanian untuk mengambil risiko dengan mengetahui bahwa kesalahan dapat terjadi.
Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan, dan tentunya seorang advokat bukanlah pengecualian. Menurut Cindy, “it takes a person humble enough to acknowledge this.” Baginya, kerendahan hati penting untuk ditanamkan dalam setiap advokat, dan bukan hanya advokat wanita. Khususnya, kerendahan hati untuk berani melakukan sesuatu terlepas dari risiko dapat terjadinya kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut.
Dari keberanian tersebutlah, seorang advokat dapat terus maju dalam menghadapi dunia hukum yang berkembang pesat dan tidak menentu setiap harinya. Ia meyakini orang yang angkuh dan merasa pintar adalah orang-orang yang justru “hanya jalan di tempat” dan akan jatuh saat dihadapkan dengan tantangan. Karena itu, kerendahan hati adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi perkembangan dunia hukum.
“There are times when I feel down because I can’t ever be and know enough. But striving in a challenge is a beautiful sensation on its own. As each such journey humbles you, you come out a better person and a better lawyer.”
















