Days of Law Career 2026, Dorong Mahasiswa Hukum Perkuat Kompetensi dan Integritas Profesi
Terbaru

Days of Law Career 2026, Dorong Mahasiswa Hukum Perkuat Kompetensi dan Integritas Profesi

Persaingan di dunia profesi hukum saat ini semakin ketat, baik di tingkat nasional maupun global. Mahasiswa dan lulusan FH tidak lagi boleh menjadi sarjana hukum yang biasa-biasa saja.

Hanifah Dwi Jayanti
Bacaan 3 Menit
Opening Ceremony DAYS OF LAW CAREER (DOLC) 2026 dengan mengusung tema “A Breakthrough to Unleash Potential”. Foto: HAN
Opening Ceremony DAYS OF LAW CAREER (DOLC) 2026 dengan mengusung tema “A Breakthrough to Unleash Potential”. Foto: HAN

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) kembali menyelenggarakan DAYS OF LAW CAREER (DOLC) 2026 dengan mengusung tema “A Breakthrough to Unleash Potential”. Kegiatan ini merupakan pameran bursa kerja, magang, edukasi, serta program beasiswa yang mempertemukan mahasiswa dan lulusan hukum dari seluruh Indonesia dengan berbagai penyedia kerja, institusi magang, dan pendidikan lanjutan.

DOLC 2026 menjadi penyelenggaraan yang ke-20 sejak pertama kali diadakan. Acara ini dinilai sebagai forum strategis bagi calon profesional hukum untuk menentukan arah karier, jalur profesi yang akan ditempuh, serta kompetensi yang perlu diperkuat dalam menghadapi tantangan dunia hukum yang semakin kompleks.

Staf Ahli Bidang Reformasi Hukum Kemenko Kumham Imipas, Prof. Fitra Arsil, dalam sambutannya menekankan bahwa profesi hukum tidak sekadar berkutat pada hafalan aturan dan pasal. Menurutnya, hukum merupakan instrumen negara dalam menjaga martabat manusia dan harus menjadi kompas moral dalam menghadapi perubahan zaman.

Baca Juga:

“Karena dunia hukum itu keras, dengan satu cara yang khas, dia tidak hanya menguji kepintaran orang, keterampilan orang, tapi dia juga menguji ketahanan mental dan ketahanan moral Anda,” ujar Prof. Fitra di Jakarta, Kamis (29/1).

Ia juga menyoroti sejumlah persoalan krusial dalam dunia hukum, seperti ketimpangan akses terhadap keadilan, lemahnya kepastian hukum akibat maraknya regulasi, serta pentingnya etika profesi. Hukum yang baik, kata dia, bukanlah hukum yang indah di atas kertas, melainkan hukum yang dapat diandalkan masyarakat untuk merencanakan kehidupan yang lebih baik.

Mewakili pemerintah, ia mendukung sepenuhnya acara-acara seperti ini agar pemerintah juga terbantu dengan profesi hukum yang semakin kompeten.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info