Dosen Hukum Wajib Tahu! Strategi Menulis dan Menerbitkan Jurnal Ilmiah Berkualitas
Terbaru

Dosen Hukum Wajib Tahu! Strategi Menulis dan Menerbitkan Jurnal Ilmiah Berkualitas

Publikasi ilmiah bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi merupakan upaya membangun otoritas keilmuan, mempertahankan relevansi, dan berkontribusi dalam diskusi global melalui riset serta pemanfaatan teknologi.

Willa Wahyuni
Bacaan 3 Menit
Fajri Matahati Muhammadin dalam Hukumonline Coaching Clinic Bimbingan Penulisan Jurnal Internasional  Fakultas Hukum Universitas Trisakti dan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, Selasa (18/3/2025).. Foto: Tangkapan layar zoom
Fajri Matahati Muhammadin dalam Hukumonline Coaching Clinic Bimbingan Penulisan Jurnal Internasional Fakultas Hukum Universitas Trisakti dan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, Selasa (18/3/2025).. Foto: Tangkapan layar zoom

Paradigma publikasi ilmiah seharusnya tidak hanya berorientasi pada kenaikan pangkat atau pemenuhan kewajiban akademik semata. Sebagai akademisi, dosen memiliki tanggung jawab untuk terus meneliti, menulis, dan berpartisipasi dalam diskusi serta dialektika ilmiah di tingkat global. Hal ini bertujuan untuk membangun otoritas keilmuan serta mempertahankan relevansi keilmuan seiring waktu.

Demikian disampaikan Fajri Matahati Muhammadin dalam Hukumonline Coaching Clinic Bimbingan Penulisan Jurnal Internasional  Fakultas Hukum Universitas Trisakti dan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, Selasa (18/3/2025).

“Kalau kita hanya mengandalkan gelar dan institusi tempat kita menempuh pendidikan, relevansi kita akan memudar seiring berjalannya waktu. Meneliti dan menulis adalah cara untuk terus membangun keahlian di bidang tertentu dan menjadi rujukan bagi orang lain,” ujarnya.

Dalam proses pembuatan jurnal, Fajri membagikan berbagai medium publikasi yang dapat dimanfaatkan. Seperti buku teks, riset akademis, review buku, analisis jurnal, prosiding konferensi, hingga blog akademik. Pemilihan jurnal yang tepat menjadi langkah penting dalam publikasi. 

Baca juga:

Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi fokus dan ruang lingkup jurnal, keterbukaan terhadap multidisiplin ilmu, serta segmentasi audiens. Dia menerangkan, dalam menulis, ada dua pendekatan. Yakni menulis terlebih dahulu lalu mencari jurnal yang sesuai, atau sebaliknya. 

“Saya pribadi lebih senang menulis terlebih dahulu karena sudah memiliki gambaran tentang apa yang ingin saya sampaikan,” ujar Pegiat dan pengelola jurnal dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info