Dua Firma Hukum Ini Perkuat Struktur Partner, Respons Kebutuhan Layanan Hukum yang Kian Kompleks
Terbaru

Dua Firma Hukum Ini Perkuat Struktur Partner, Respons Kebutuhan Layanan Hukum yang Kian Kompleks

Assegaf Hamzah & Partners dan Bagus Enrico & Partners mengumumkan penambahan jajaran partner guna memperdalam keahlian di berbagai bidang praktik hukum.

Hanifah Dwi Jayanti
Bacaan 3 Menit

Sementara itu, Vincent Wahyudi dikenal sebagai praktisi Corporate/M&A dengan fokus pada investasi asing langsung dan transaksi merger lintas negara. Vincent memulai karier di AHP sebagai intern sebelum berkembang menjadi penasihat hukum bagi klien domestik maupun internasional.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia itu banyak menangani akuisisi, joint venture, struktur kepemilikan asing, legal due diligence, hingga persetujuan regulator investasi di Indonesia. Vincent juga memiliki pengalaman mendampingi investor asing terkait regulasi investasi Indonesia, termasuk Priority Investment List dan prosedur di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dalam praktiknya, Vincent terlibat dalam sejumlah transaksi M&A bernilai besar di sektor teknologi, logistik, pertambangan, manufaktur, hingga barang konsumsi. Selain praktik hukum, ia juga dikenal aktif menjadi pembicara dan pelatih terkait hukum investasi dan tren M&A di Indonesia.

Adapun Dawn Zhou merupakan Foreign Counsel di AHP yang fokus menangani klien-klien asal China dalam urusan korporasi dan merger akuisisi di Indonesia. Ia bergabung dengan AHP sejak 2016 dan memimpin praktik khusus China-focused practice di firma tersebut.

Sebelum bergabung dengan AHP, Dawn pernah menjadi international counsel di Midea Group selama empat tahun. Ia memiliki pengalaman mendampingi investor China di berbagai sektor seperti pertambangan, properti, konstruksi, manufaktur, makanan dan minuman, otomotif, teknologi, telekomunikasi, hingga multifinance.

Dawn juga tercatat pernah memberikan pendampingan hukum kepada sejumlah perusahaan besar asal China seperti BYD, China Mobile, Haier, Hisense, hingga SANY. Ia merupakan lulusan Anhui University dan Wuhan University di China.

Sementara itu, Bagus Enrico & Partners juga mengumumkan penunjukan partner baru, yakni Ujang Suhirta. Firma hukum tersebut menyebut Ujang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang corporate and commercial law dengan spesialisasi pada sektor energi dan sumber daya alam, khususnya minyak dan gas serta LNG.

“Pengalaman Ujang mencakup kombinasi posisi senior in-house counsel dan praktik privat, sehingga memiliki perspektif menyeluruh terhadap tantangan hukum, regulasi, dan bisnis di sektor energi Indonesia,” tulis Manajemen Bagus Enrico & Partners melalui media sosialnya, dikutip Rabu (13/5).

Keahlian Ujang meliputi operasi hulu dan hilir migas, pengembangan proyek LNG dan geothermal, production sharing contract (PSC), project finance, hingga kepatuhan regulasi dan tata kelola perusahaan. Ujang juga aktif dalam komunitas hukum energi Indonesia serta rutin mengikuti forum Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition.

Ia meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan di The Academy of American and International Law di Dallas, Texas, serta memperoleh gelar Master of Laws dari George Washington University Law School.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info